Muslimat NU Tak Terlibat! Kader Maju Pilwali Hak Konstitusional

PILWALI SURABAYA: Wakil Sekretaris PW Muslimat NU Jatim, Dwi Astuti mengambil formulir penjaringan di DPD PDIP Jatim. | Foto: IST
PILWALI SURABAYA: Wakil Sekretaris PW Muslimat NU Jatim, Dwi Astuti mengambil formulir penjaringan di DPD PDIP Jatim. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Muslimat NU mempersilakan jika ada kadernya yang ikut running Pilkada 2020, termasuk di Pilwali Surabaya. Namun secara organisasi, Banom perempuan NU tersebut memberi garis tegas tidak terlibat urusan kontestasi politik.

“Itu hak konstitusional setiap warga negara, tapi Muslimat NU tidak terlibat dalam hal tersebut,” tegas Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jatim, Mariyam Baharuddin saat dihubungi Barometerjatim.com, Jumat (13/9/2019).

Mariyam juga menyarankan kepada kader Muslimat NU yang siap maju, hendaknya tetap realistis melihat hasil survei dari lembaga yang kredibel.

“Dilihat lah hasil surveinya seperti apa. Kalau sampai Desember 2019 surveinya memang bagus, ya monggo. Tapi kalau kurang begitu menguntungkan, dari pada capek-capek ya perlu realistis melihat situasi,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Wakil Sekretaris PW Muslimat NU Jatim, Dwi Astuti declare maju di Pilwali Surabaya 2020. Bahkan dia ikut mengambil formulir bakal calon wakil wali kota lewat penjaringan PDIP.

Di sela mengambil formulir lewat DPD PDIP Jatim, Rabu (11/9/2019), Dwi juga optimistis dirinya bakal diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki lima kursi di DPRD Jatim.

Alhamdulillah sudah ada gambaran bagus di PKB. Insyaallah kursinya untuk saya dan saya sudah punya videonya. Beliau (ketua PKB) akan menyampaikan secara tertulis jika itu memang dibutuhkan PDIP,” paparnya.

Sekadar tahu, di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, Dwi juga maju Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk DPRD Jatim namun gagal lolos. Dwi yang bertarung di Dapil Jatim 1 (Surabaya) meraih 13.271 suara.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, PDIP