Menkominfo Diapit Nomor Satu di Acara Muslimat NU

Rudiantara saat acara Muslimat NU di Nganjuk. Adem diapit nomor satu. | Foto: Barometerjatim.com/abdillh hr
Rudiantara saat acara Muslimat NU di Nganjuk. Adem diapit nomor satu. | Foto: Barometerjatim.com/abdillh hr

NGANJUK, Barometerjatim.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengaku merasakan suasana adem saat menghadiri Harlah ke-73 Muslimat NU yang digelar PC Muslimat NU Nganjuk di Desa Gempol, Kecamatan Rejoso, Minggu (10/3/2019).

Ini karena saat duduk di acara yang juga dirangkai dengan Deklarasi Antihoaks dan Penandatanganan MoU antara Kemenkominfo dengan PP Muslimat NU tersebut, Rudiantara diapit dua kepala daerah yang saat Pilkada serentak 2018 lalu sama-sama bernomor urut satu.

“Tadi Pak Wakil Bupati mengatakan, saya waktu Pilkada kemarin pakai nomor satu. Ibu Khofifah, tadi di samping saya juga mengatakan saya juga kemarin Pilkada gubernur di sini pakai nomor satu,” katanya yang disambut aplaus ribuan jamaah Muslimat NU.

Seperti diketahui, saat Pilkada serentak 2018, Novi Rahman Hidayat yang berpasangan dengan Marhaen Djumadi mendapat nomor urut satu dan memenangkan Pilgub Nganjuk.

Begitu pula dengan Khofifah Indar Parawansa yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak, mendapat nomor urut satu dan memenangi Pilgub Jatim.

Meski penyebutan nomor satu identik dengan nomor Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019, Rudiantara enggan disebut melakukan kampanye untuk memenangkan paslon petahana.

“Jadi saya tenang (duduk) di tengah-tengah, adem antara nomor satu. Saya itu bicara fakta, saya tidak kampanye di sini,” katanya.

Jangan Sebarkan Hoaks

Rudiantara bersama Khofifah saat acara Muslimat NU di Nganjuk. | Foto: Barometerjatim.com/abdillh hr
Rudiantara bersama Khofifah saat acara Muslimat NU di Nganjuk. | Foto: Barometerjatim.com/abdillh hr

Dalam kesempatan tersebut, Rudiantara menceritakan terkait perkembangan ponsel yang sangat cepat. Saat ini, menurutnya, pendudukan Indonesia yang memiliki ponsel dan punya akses ke internet sudah mendekati 150 juta.

Terlebih di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk di Nganjuk, sudah menikmati layanan 4G dengan kecepatan 6-7 megabyte. Beda dengan di Papua dan Maluku, kecepatannya cuma 300 kilobyte/second.

“Artinya kita menikmati kecepatan 20-30 kali dibanding saudara-saudara kita yang ada di Papua maupun Maluku, karena di sana belum dibangun,” katanya.

Namun Rudiantara memastikan, pemerintah akan terus membangun, memberikan akses layanan internet kepada semua lapisan masyarakat di Indonesia. Baik membangun sendiri maupun melalui kebijakan-kebijakan.

“Ini yang terus menerus dilakukan pemerintah. Tapi pemerintah juga titip, tolong gunakan ponsel kita untuk hal-hal yang positif. Jangan sebarkan hoaks, ghibah, finah dan namimah,” pintanya.•

» Baca Berita Terkait Muslimat NU, Pilpres 2019