Mengenal Aipda Purnomo, Bapak bagi Warga Dhuafa

Aipda Purnomo, jualan Pohon Bidara untuk bantu pengobatan warga. | Foto: Barometerjatim.com/hamim anwar
Aipda Purnomo, jualan pohon bidara untuk bantu pengobatan warga. | Foto: Barometerjatim.com/hamim

LAMONGAN, Barometerjatim.com – “Nikmatnya sedekah. Berbagi kepada orang yang benar-benar membutuhkan itu luar biasa, insyaallah banyak keajaiban dari Allah yang dapat kita rasakan.”

Kalimat itu terlontar dari Aipda Purnomo, salah seorang anggota Satlantas Polsek Babat, Lamongan, saat bertemu reporter Barometerjatim.com di sela tugas mengatur lalu lintas kendaraan di Pos Polantas Pasar Babat, beberapa waktu lalu.

Aipda Purnomo. Ya, nama pria kelahiran Lamongan 39 tahun silam tersebut sudah tidak asing di kalangan masyarakat dan para relawan sosial di Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, Tuban dan sekitarnya.

Kegemarannya berbagi dengan sesama warga yang kurang mampu dan anak yatim di sekitar lingkungannya bertugas, membuat namanya banyak dikenal terutama warga kurang mampu dan anak yatim.

“Saya yakin berbagi, bersedekah tidak lantas membuat jatuh miskin. Allah sudah mengatur rezeki mahluknya, dan sedekah juga kebaikan yang diperintahkan Allah,” ucapnya.

Hikmah lainnya, kegemaran berbagi dengan warga kurang mampu lagi membutuhkan itu, juga membuat dirinya yang berprofesi sebagai Polisi bisa lebih dekat dengan masyarakat.

Kesan polisi yang di masa lalu menakutkan bagi sebagian masyarakat, sedikit demi sedikit terkikis dengan keajaiban saling berbagi membantu sesama warga yang kurang mampu.

“Tidak dipungkiri, citra polisi yang terkesan menakutkan masih ada di kalangan masyarakat. Problem tersebut menjadi salah satu tantangan bagi Bhabinkamtibmas Polri di tengah masyarakat,” terangnya.

Ada Kekuatan Doa

Demi membantu warga yang membutuhkan, Purnomo pernah menjual barang milik pribadinya, karena tidak tega melihat kondisi warga yang sangat memprihatinkan. Dia juga pernah berjualan pohon bidara Arab yang dia namakan bidara polisi, demi membantu pengobatan warga kurang mampu.

Bahkan, tak jarang, putra ketiga pasangan Zakaria dan Sumaiyah itu ketika menjalankan tugas acap kali mendapatkan keluhan dari warga kurang mampu. Mereka membutuhkan kebaikan dan kemurahan hatinya maupun uluran tangan dari para dermawan.

Usai bertugas, terkadang Purnomo juga tidak langsung pulang ke rumah, tapi menyempatkan melihat kondisi warga yang akan dibantunya tersebut. Dia mempercayai setiap mereka yang dibantu pasti akan mendoakan yang membantunya.

“Doa itulah yang sebetulnya membuat kita bisa merasakan ketenangan batin dalam hidup” ungkapnya.

Kini, bersama ratusan relawan anggota Berkas Bersinar Abadi, sebuah yayasan sosial yang baru saja didirikannya setahun lalu, Purnomo terus malakukan aksi-aksi sosial.

» Baca Berita Terkait Sosok, Polres Lamongan