Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Mei 2022 Inflasi Jatim 0,49%: Sumenep Tertinggi 1,10%, Kota Kediri Terendah 0,08%

Berita Terkait

CAPAI 0,49 PERSEN: Inflasi Jatim capai 0,49% pada Mei 2022 secara month to month. | Sumber Data: BPS Jatim
CAPAI 0,49 PERSEN: Inflasi Jatim capai 0,49% pada Mei 2022 secara month to month. | Sumber Data: BPS Jatim
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, serta beberapa transportasi memicu ekonomi Jatim mengalami inflasi 0,49% (month to month) pada Mei 2022.

Sedangkan secara tahun kalender Mei 2022, infasi Jatim sebesar 2,79% dan tingkat infasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) tercatat 4,24%.

“Kita tahu bersama pada awal Mei 2022 ada perayaan Hari Raya Idul Fitri, terjadi kenaikan harga di tingkat eceran yang cukup tajam,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan dalam rilisnya secara virtual, Kamis (2/6/2022).

Kenaikan harga secara umum, lanjut Dadang, ditunjukkan dengan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami infasi.

Kelompok pengeluaran yang mengalami infasi tertinggi yakni transportasi (0,94%), diikuti makanan, minuman dan tembakau (0,84%), penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,62%), perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,44%).

Lalu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,40%), kelompok kesehatan (0,28%), rekreasi, olahraga, dan budaya (0,27%), pakaian dan alas kaki (0,22%), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,16%), informasi, komunikasi, dan jasa (0,09%), dan pendidikan (0,01%).

Dadang menambahkan, dari delapan kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim, seluruhnya juga mengalami infasi. “Tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep (1,10%) dan terendah Kota Kediri (0,08%),” ucapnya.

Sementara untuk komoditas minyak goreng yang awalnya menjadi penyebab inflasi, pada Mei 2022 mampu menahan laju inflasi alias deflasi dan mengalami penurunan harga 4,21%, disusul emas perhiasan (0,71%), daging ayam ras (0,61%).

Kemudian masing-masing turun yakni nangka muda (10,59%), anggur (2,09%), tarif kendaraan roda dua secara daring (2,02%), ikan bandeng/ikan bolu (1,78%), tomat (2,02%), melon (1,23%), dan bawang putih (0,50%).

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Ratna Mahya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -