Sabtu, 21 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Masih Ada Guru di Surabaya Hajar Siswa, Eri Cahyadi Kaget dan Kecewa!

Berita Terkait

JANGAN TERJADI LAGI: Tangkapan layar video guru di SMP 49 Surabaya hajar siswa. | Foto: Capture Video/IST
JANGAN TERJADI LAGI: Tangkapan layar video guru di SMP 49 Surabaya hajar siswa. | Foto: Capture Video/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengaku kaget dan kecewa karena masih ada guru yang menghajar siswanya di kelas. Dia menginginkan kejadian seperti itu tak terulang lagi.

“Saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi di Surabaya, karena guru ini adalah orang tua maka otomatis ngemonge (membimbingnya) harus dengan kasih sayang,” katanya saat ditemui di SMP Negeri 49 Surabaya, Sabtu (29/1/2022).

Sebelumnya, viral video di media sosial yang memperlihatkan guru SMP 49 Surabaya berinisial “J” menghajar siswa di depan kelas saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen sedang berlangsung lantaran tak bisa mengerjakan tugas.

Dalam video, tampak seorang siswa berada di depan kelas, kemudian ditampar dan kepalanya dibenturkan ke papan tulis oleh guru olah raga tersebut.

Eri kemudian memastikan hal seperti itu tidak akan terulang kembali di Surabaya. Jika sampai terulang lagi, maka dia sendiri yang akan berhadapan langsung dengan guru tersebut.

Insyaallah tidak ada maksud guru ini sampai berlebihan, kadang yo onok kesele (iya ada capeknya). Maka, saya nyuwun tulung (minta tolong) dan saya titip menjaga anak-anak didik kita di sekolah, karena mereka adalah calon pemimpin bangsa di masa depan,” pintanya.

Terkait sanksi yang akan diberikan kepada guru tersebut, menurut Eri akan ada pemeriksaan dari Inspektorat. Namun dia juga bersyukur karena guru yang melakukan kekerasan itu langsung menyampaikan permintaan maaf kepada siswanya, sebelum video tersebut beredar luas.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga tak menampik, bahwa kejadian ini adalah salah satu dampak dari pembelajaran via daring yang hampir dua tahun dilakukan. Hasilnya, semangat para murid dan guru menjadi berkurang.

“Kalau terlalu lama daring itu iya begini dampaknya. Maka, kalau PTM seperti ini harus disiplin untuk meningkatkan akhlak masing-masing anak,” ucapnya.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -