Selasa, 04 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Manfaatkan Aset Pemkot, Padat Karya di Surabaya Serap Pekerja dari Kalangan Anak Muda

Berita Terkait

PELATARAN MANYAR: Eri Cahyadi menjajal minuman di kafe Padat Karya Pelataran Manyar. | Foto: Barometerjatim.com/IST
PELATARAN MANYAR: Eri Cahyadi menjajal minuman di kafe Padat Karya Pelataran Manyar. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya meresmikan Rumah Padat Karya di Jalan Raya Menur, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Rabu (10/8/2022). Rumah padat karya yang diberi nama Pelataran Manyar itu berdiri di lahan aset seluas 450 meter persegi.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, masih banyak aset-aset milik Pemkot yang lokasinya tersebar dan tidak dipakai. Ke depan akan terus digunakan untuk kepentingan warga melalui kegiatan positif untuk mengurangi kemiskinan di Kota Pahlawan.

“Kalau kita bisa manfaatkan untuk kepentingan umat, mengurangi kemiskinan, pengangguran juga memunculkan kegiatan-kegiatan positif, maka itu kita minta aset Pemkot bisa dimanfaatkan,” katanya selepas peresmian.

Dia mengaku bersyukur, satu di antara warga yang terlibat dalam padat karya Pelataran Manyar merupakan pemuda yang dahulu menjadi korban dari dampak minum-minuman keras. Hal negatif itu terpaksa dilakukan pemuda dan teman-temannya lantaran kurangnya kegiatan positif.

Alhamdulilah, setelah diberikan pengertian, diberikan kegiatan positif, sekarang Mas Marcel dan teman-temannya menjadi bagian dari Pelataran Manyar ini,” ungkapnya.

Karena itu, Eri menyatakan, melalui kolaborasi dan sinergi dalam program padat karya tersebut, Pemkot ingin menyelesaikan permasalahan kenakalan remaja di Surabaya sekaligus mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menyatakan, selama ini dia tidak pernah meminta jajarannya untuk menyiapkan program padat karya dengan kategori pekerjaan tertentu. Karena baginya, kategori padat karya dapat dimunculkan dari potensi di masing-masing wilayah atau atas keinginan warga.

“Saya tidak pernah memaksa harus membuka cuci mobil, harus ada kafenya. Tapi yang saya minta dikumpulkan warganya, diajak ngomong. Saya yakin dengan gotong-royong kita bisa menyelesaikan pengangguran dan semua permasalahan di Surabaya,” ujarnya.

Saat ini, rumah padat karya Pelataran Manyar menyerap 16 tenaga kerja dari warga sekitar. Rinciannya, delapan orang bertugas di bagian cuci mobil dan lainnya di bagian stan makanan serta minuman atau kafe. Ke depan, rumah padat karya ini akan lebih banyak menyerap tenaga kerja.

Sementara itu Camat Mulyorejo, Yudi Eko Handono mengatakan, pembangunan padat karya Pelataran Manyar sudah lama dilakukan. Dia bersyukur, melalui sinergi bersama RT/RW dan LPMK Kelurahan Manyar Sabrangan, akhirnya hari ini bisa diresmikan.

Matur nuwun (terima kasih) Pak Wali Kota, warga kami bisa menempati lahan ini. Dan yang bekerja di sini adalah generasi muda semua,” katanya.

Menurut Yudi, awalnya warga pesimis terhadap rencana pembangunan rumah padat karya Pelataran Manyar. Namun setelah pihaknya memberikan pengertian, akhirnya banyak dari warga yang kemudian berminat mendaftar.

“Saat itu kami mencari dan akan menyeleksi sulit sekali. Tapi alhamdulillah, setelah diberikan pengertian banyak warga yang berminat kemudian kita seleksi,” katanya.

Rencananya, lanjut Yudi, masih ada 10 titik lokasi aset Pemkot di wilayah Kecamatan Manyar yang akan dijadikan rumah padat. Nantinya akan digunakan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun warga yang belum bekerja.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -