Makan Lontong Balap, Dhani Diusik 3 Pendemo Bermasker

PENDEMO LEPAS MASKER: Iwan (foto kiri) sempat membuka maskernya saat mendemo Ahmad Dhani di Kranggan, Surabaya, Sabtu (25/8). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
PENDEMO LEPAS MASKER: Iwan (foto kiri) sempat membuka maskernya saat mendemo Ahmad Dhani di Kranggan, Surabaya, Sabtu (25/8). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Acara ‘pulang kampung’ Ahmad Dhani Prasetyo ke Surabaya, selain menghadiri Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden, juga dimanfaatkan untuk menikmati kuliner khas Jawa Timur.

Lokasi yang dipilih pun tidak di restoran mewah atau hotel berbintang, tapi warung Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kranggan, Surabaya. Sedangkan makanan yang dipilih yakni lontong balap.

Dhani hadir di Kranggan, Sabtu (25/8) sore ditemani Ustadz Derry Sulaiman, mantan gitaris band metal Betrayer; Tjetjep M Yasien, humas relawan #2019GantiPresiden wilayah Jatim; serta Siti Rafika Hardhiansari, ketua Relawan Go Prabowo-Sandi Jatim.

• Baca: PKB Khawatir Chaos, Dhani: Rumput Aja Tidak Kita Injak

Sejumlah relawan yang berkaus #2019GantiPresiden juga turut mendampingi ketiganya. Sementara istri Dhani, Mulan Jameela tidak terlihat dalam rombongan.

Baru saja duduk di warung dan hendak menyantap lontong balap, awak media meminta Dhani untuk wawancara terlebih dahulu. “Ayo ayo, di luar (tenda warung) ya, biar cahayanya bagus,” sambut Dhani.

Namun baru lima menit wawacara berlangsung, tiba-tiba ada teriakan, “Kami menolak deklarasi ganti presiden. Tolak Ahmad Dhani di Surabaya,” kata seorang pemuda bermasker, yang ditemani dua pemuda lainnya.

• Baca: Deklarasi #2019GantiPresiden Tak Berizin, Dhani: Emang Perlu?

“Siapa yang ngomong menolak itu?” kata Siti Rafika. “Enggak apa-apa menolak, biarkan saja yang menolak,” sergah Dhani.

Wawancara pun tetap berlangsung, sementara ketiga pemuda bermasker terus meneriakkan penolakan kehadiran Dhani di Surabaya serta rencana deklarasi.

• Baca: Polda Jatim Tak Beri Izin Deklarasi #2019GantiPresiden

Ketiganya membawa tiga poster dari kertas karton, masing-masing bertuliskan: Ahmad Dhani mengotori kodusifitas Surabaya; Menolak deklarasi #2019GantiPresiden; serta Menolak kedatangan Ahmad Dhani di Surabaya.

Usai wawancara dan hendak kembali ke tenda warung, Dhani sempat berhadapan dengan ketiga pemuda bermasker tersebut. Saat pendemo berteriak: Tolak ganti presiden, Dhani malah menimpali, “Makan.. makan.. makan,” katanya berulang kali.

Sempat Lepas Masker

DIDEMO, DHANI CUEK: Didemo tiga pemuda bermasker, Ahmad Dhani (kiri) cuek sambil meneriaki ketiganya: Makan.. makan.. makan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
DIDEMO, DHANI SANTAI AJA: Didemo tiga pemuda bermasker, Ahmad Dhani (kiri) santai aja sambil meneriaki ketiganya: Makan.. makan.. makan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Lantaran salah seorang pendemo bermasker terus berteriak di saat Dhani dan rombongan sudah masuk tenda warung, salah seorang panitia deklarasi kemudian bertanya ketiganya siapa dan dari elemen mana.

Tapi pertanyaan panitia deklarasi tak dihiraukan. Sebaliknya, pendemo makin keras menyampaikan protesnya tanpa mau melepas masker yang dikenakan meski berulang kali diminta panitia.

“Buka kalau berani, buka (maskernya). Asprasi (harus) jelas. Ini tidak diketahui siapa. Ayo yang berani dong,” kata panitia tersebut. “Berarti anda bukan beneran (orang suruhan)? Kalau tidak salah, buka (maskernya). Jangan anonim,” tambahnya.

• Baca: Tak Diberi Izin Polda, Deklarasi Ganti Presiden Tetap Digelar

Terus terusan dicecar, salah seorang pendemo kemudian membuka maskernya. Tapi hanya sebentar, lalu menutupkan kembali ke wajahnya seolah takut diketahui identitasnya.

“Saya dari Aliansi Pemuda Peduli Jawa Timur,” katanya terbata-bata saat ditanya wartawan. “Namanya siapa?” tambah wartawan. “Saya…. Iwan,” ujarnya sambil berpikir agak lama untuk menyebut nama sendiri.

• Baca: Demokrat: PDIP Kehilangan Ide Besar Menangkan Jokowi

Ditanya mengapa menolak kehadiran Ahmad Dhani, “Karena nanti akan menggangu kondisitut.. kondusifitas Jawa Timur pastinya Pak,” katanya semakin terbata-bata.

Meski blepotan menjawab pertanyaan, Iwan sempat ‘mengancam’ saat deklarasi #2019GantiPresiden besok akan melakukan perlawanan. “Besok lihat saja, kami pasti akan melawan, deklarasi yang akan dilakukan di sini itu,” katanya.