Lebih Parah dari Bandung, PSBB di Surabaya Bakal Diperpanjang?

RAZIA: Puluhan remaja dibawa ke Polrestabes usai terjaring operasi gabungan PSBB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RAZIA PSBB: Puluhan remaja dibawa ke Mapolrestabes Surabaya usai terjaring razia PSBB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tujuh hari sudah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di tiga wilayah di Jatim: Kota Surabaya, sebagian Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Jika hingga 11 Mei nanti — 14 hari masa pemberlakukan sejak 28 April lalu — berjalan sangat efektif, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut tentu PSBB tidak perlu diperpanjang.

“Tapi kita punya perjalanan, bahwa di daerah lain ternyata perlu perpanjangan, karena mengajak masyarakat untuk patuh dan displin itu ternyata butuh waktu,” katanya usai mengawal rapid test 82 remaja yang terjaring patroli gabungan di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (3/5/2020) dini hari.

Terlebih, kata Khofifah, jumlah terkonfirmasi positif di Surabaya sangat tinggi, hingga kini tercatat 495 kasus.

“Kita bandingkan misalnya dengan Bandung, per hari ini 189. Ini berarti kita (Surabaya) sudah dua kali lipat lebih tinggi dari Bandung,” katanya.

Tapi dengan memperpanjang PSBB, lanjut Khofifah, ternyata bisa mereduksi positif Corona. Dia mencontohkan Kota Depok yang sudah menerapkan PSBB selama 14 hari dan diperpanjang, jumlah positif Covid-19 bisa tereduksi menjadi 73 atau Bogor menjadi 83.

“495 di Surabaya, 189 di Bandung, dan ternyata setelah PSBB di Depok bisa (tereduksi menjadi) 73, di Bogor bisa 83. Itu pada tahap perpanjangan,” ucapnya.

Tentu saja, lanjut Khofifah, semuanya ingin bisa melakukan aktivitas ekonomi, sosial seperti sebelum ada pandemi Covid-19.

“Maka kalau kita bisa menjaga kedisiplinan dan kepatuhan yang tinggi dan kita evaluasi ini efektif, tentu kita tidak perlu memperpanjang,” ujarnya.

Tapi berkaca dari evaluasi yang ada di Jakarta, bahkan sekarang Jabar mengajukan PSBB se-provinsi. Artinya, angka positif yang terkonfirmasi sudah turun bahkan harus tetap dijaga.

Khofifah pun meminta seluruh warga yang ada di area PSBB agar sangat memahami, kalau 47,77 persen terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim berasal dari Surabaya.

“Jadi mari kita membangun kedisiplinan, kepatuhan masing-masing di antara kita,” tuntasnya.

RAPID TEST: Usai terjaring razia PSBB, puluhan remaja di-rapid test di Mapolrestabes SUrabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RAPID TEST: Usai terjaring razia PSBB, puluhan remaja di-rapid test di Mapolrestabes Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Wabah Corona