Kongres II Nasdem, Sinyal Surya Paloh Kembali Ketua Umum

MASIH SURYA PALOH: Willy Aditya, pengurus setiap tingkatan menginginkan Surya Paloh kembali Ketum Nasdem. | Foto: IST
MASIH SURYA PALOH: Willy Aditya, pengurus setiap tingkatan menginginkan Surya Paloh kembali Ketum Nasdem. | Foto: IST

JAKARTA, Barometerjatim.com – Kongres II Partai Nasdem akan digelar di Jakarta, November mendatang. Soal siapa yang akan terpilih menjadi ketua umum, Parpol yang menembus lima besar di Pemilu Legislatif 2019 itu memiliki mekanisme lewat AD/ART.

Ketua DPP Partai Nasdem bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Willy Aditya menjelaskan kongres akan menerima aspirasi dari pengurus wilayah dan daerah, kemudian mengusulkan nama kepada Majelis Tinggi Partai (MPP).

Selanjutnya, rapat MPP akan menentukan ketua umum. Setelah terpilih, ketua umum nantinya yang akan menyusun kepengurusan Partai Nasdem lima tahun ke depan.

“Sejauh ini, secara psikologis dan lisan, pengurus setiap tingkatan menginginkan Pak Surya Paloh kembali menjadi ketua umum,” ungkap Willy dalam siaran pers yang diterima Barometerjatim.com, Rabu (3/7/2019).

Hal tersebut, lanjut Willy, tidak terlepas dari kepemimpinan Surya Paloh dalam menahkodai partai dengan capaian yang sangat luar biasa pada dua Pemilu.

“Kemampuan membawa Partai Nasdem menjadi partai lima besar, dan menang di dua Pilpres juga capaian pada tiga kali Pilkada serentak,” tandas Willy.

Sementara terkait pemilihan Jakarta sebagai lokasi Kongres II, kata Willy, ditetapkan melalui rapat pleno DPP pada 1 Juli 2019 di kantor DPP Partai Nasdem. “Kongres II ini sekaligus perayaan HUT ke-8 Partai Nasdem,” jelasnya.

Adapun steering committee (SC) diketuai Jhonny Plate yang sekarang menjabat Sekjen Nasdem, dan ketua organizing committee (OC) menjadi tanggung jawab Ahmad Syahroni.

Tiga Agenda Penting

Willy menyampaikan, ada tiga agenda penting yang akan dibahas pada Kongres II. Pertama, konsolidasi dan pembangunan institusi partai. Kedua, penyusunan program lima tahun ke depan.

Sebagai bahan penyusunan, Nasdem akan mengundang banyak pakar dan praktisi untuk terlibat dalam workshop dan Focus Group Discussion (FGD) sebagai dasar penyusunan program.

Hal ini untuk mempertajam politik gagasan dan melanjutkan tradisi Nasdem, yang selalu membuat keputusan dan program dengan pendekatan ilmiah.

Ketiga, rekomendasi terhadap perkembangan politik lokal, nasional dan internasional.

“Akan ada juga agenda prakongres pada setiap bidang DPP untuk membahas isu dan materi-materi penting. Seperti bidang sumber daya alam, hukum, pembangunan manusia atau revolusi mental yang senapas dengan restorasi Indonesia,” paparnya.

Willy menambahkan, Nasdem akan menjadikan kongres sebagai ruang untuk merumuskan hal penting. Hal itu terkait eksistensi partai sebagai agen perubahan utama dalam sistem demokrasi yang terbuka.

Menurutnya, akan banyak hal dirumuskan terutama untuk memberikan platform pembangunan Indonesia dan karakter manusianya.

“Rekomendasinya selain untuk internal partai, tentu juga akan melahirkan gagasan dan konsep yang akan diberikan kepada pemerintah,” tuntas Willy.

» Baca Berita Terkait Nasdem, Surya Paloh