Kisah Empat Hari Sebelum Suami Khofifah Wafat

KENANG MENDIANG SUAMI: Khofifah Indar Parawansa pada haul suaminya di Jemursari VIII, Wonocolo, Surabaya, Kamis (14/1). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
KENANG SUAMI, AIR MATA KHOFIFAH TERURAI: Khofifah Indar Parawansa tak kuasa membendung air mata  saat mengenang suaminya pada haul di Surabaya, Kamis (14/1). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Empat hari sebelum wafat di Palu, Rabu, 15 Januari 2014 sekitar pukul 21.00 Wita, Indar Parawansa ingin sekali mengantarkan putra ketiganya, Yusuf Mannagali belajar ke Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah di Pacet, Mojokerto.

Tapi rupanya Indar sudah merasakan tanda-tanda akan dipanggil Allah Swt, sehingga dia tidak bisa mengantarkan buah hatinya tersebut nyantri di Ponpes asuhan KH Asep Saifuddin Chalim.

Sebagai gantinya, dengan penuh kasih sayang, Indar mengatakan kepada Yusuf kalau ibunya, Khofifah Indar Parawansa yang akan mengantarkannya belajar ke Amanatul Ummah.

• Baca: Benarkah Gus Dur Wali Allah? Ini Kesaksian Khofifah

Kenangan itu dituturkan Khofifah sambil berurai air mata, saat memberi sambutan pada haul ke-4 Indar Parawansa dan almarhumin keluarga Khofifah Indar Parawansa di Jalan Jemursari VIII, Wonocolo, Surabaya, Kamis (14/1).

“Beliau tak sempat mengantarkan putra ketiganya ke pesantren Amanatul Ummah. Tapi beliau ingin mengantarkan putranya ke pesantren panjenengan Kiai Asep,” katanya dengan suara parau sambil terus menangis.

“Kami sekeluarga menyampaikan terima kasih atas seluruh bimbingan dan didikan Kiai Asep. Saat ini ananda Yusuf masuk di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya,” tambahnya.

• Baca: Saat yang Lain Berkhianat, Khofifah Tetap Bersama Gus Dur

Sejenak, arena haul menjadi hening karena hadirin ikut merasakan suasana batin Khofifah, sebagian di antaranya bahkan tak kuasa membendung air mata.

Sebenarnya, lanjut Khofifah, sejak 25 Desember 2013 suaminya sudah merasakan akan segera menghadap Allah Swt. Kala itu, saat Indar menunaikan tugas sebagai staf Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke Palu, keluarga dari Makassar dan Surabaya dikumpulkan.

Indar bilang kalau dirinya akan meninggal dunia di Palu pada hari Rabu. Karuan saja keluarga kaget karena yang bersangkutan tidak dalam kondisi sakit. “Dan betul, beliau dipanggil Allah pada hari Rabu, persis yang disampaikannya pada 25 Desember,” ujarnya.

Dicukupkan Allah

DOA UNTUK INDAR PARAWANSA: Khofifah Indar Parawansa, Emil Dardak, Arumi Bachsin, para kiai dan ibu nyai dalam haul ke-8 Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (14/1). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
DOA UNTUK INDAR PARAWANSA: Khofifah Indar Parawansa, Emil Dardak, Arumi Bachsin, para kiai dan ibu nyai dalam haul ke-4 Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (14/1). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

Bagi Khofifah, Indar tipe suami penyabar dan penyayang serta bapak yang sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya. “Kami bukan keluarga yang sangat berkecukupan, tapi insyaallah dicukupkan Allah,” katanya.

Anak pertama, Ima Patimasang, misalnya, setelah lulus SD, Indar menginginkan putrinya tersebut mendapatkan pendidikan agama Islam tapi berskala internasional. “Lalu dikirimlah ke International Islamic School di Kuala Lumpur.

Lalu Jalaluddin Mannagali, Indar menginginkan anak keduanya mendapatkan pendidikan berskala internasional tapi bernapaskan Islam.

• Baca: Amanat Gus Dur: Bantulah Khofifah, Dia Srikandinya NU

“Maka kedua anak kami, setelah lulus SD, beliaulah yang bersikeras supaya anak-anaknya diantarkan ke pendidikan Islam skala internasional dan dikirim ke Kuala Lumpur,” paparnya.

Sedangkan anak keempat, Ali Mannagali, Indar menginginkannya mengenal Nahdlatul Ulama (NU) lebih dalam, maka setelah lulus SD dikirim ke Ponpes Tebuireng Jombang asuhan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Lulus dari Tebuireng, Ali kemudian nyantri di Amanatul Ummah. “Mudah-mudahan anak-anak kami Allah anugerahkan menjadi anak saleh salihah, manfaat berkah,” doanya.

• Baca: Tes Kesehatan Cagub, 12 Jam Khofifah Wajib ‘Cuti’ Ngopi

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan rasa bangganya kepada para pejuang Muslimat NU. “Mudah-mudahan ibu-ibu pejuang Muslimat NU Allah berikan umur yang panjang, rezeki yang luas, halalan thayyiban mubarokah,” katanya.

“Allah jadikan Muslimat NU jamiyah yang memberikan manfaat dan selalu memberikan keberkahan dimanapun berada. Terima kasih semuanya, para relawan dan Parpol pengusung kami di Pilgub Jatim 2018,” tuntas Khofifah.