Saat yang Lain Berkhianat, Khofifah Tetap Bersama Gus Dur

DALAM BARISAN KIAI: Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan KH Salahuddin Wahid (tengah) dan KH Sholeh Qosim dalam Haul ke-8 Gus Dur di Ponpes Tebuireng. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
DALAM BARISAN KIAI: Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan KH Salahuddin Wahid (tengah) dan KH Sholeh Qosim dalam Haul ke-8 Gus Dur di Ponpes Tebuireng. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

JOMBANG, Barometerjatim.com – KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah cerita sukses seorang pemimpin. Baik saat menjadi Presiden ke-4 RI, maupun ketika membesarkan Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) — Parpol yang kelahirannya dibidani NU.

Ekonom senior yang juga salah seorang ‘punakawan’ Gus Dur, Rizal Ramli membeber ‘resep’ keberhasilan Gus Dur. Salah satunya karena keberanian merekrut anak-anak muda sekaligus memberikan ruang yang seluas-luasnya.

“Saya enggak kebayang waktu itu Bu Khofifah (Indar Parawansa) masih muda banget. Muhaimin (Iskandar) dan lainnya masih muda banget, enggak punya jam terbang, enggak punya pengalaman, (begitu pula) Saiful (Saifullah Yusuf). Tapi Gus Dur berani,” tuturnya.

• Baca: Rizal Ramli: Alumni Tebuireng, Pilih Khofifah Loyalis Gus Dur!

Penuturan Rizal tersebut disampaikan ketika memberi testimoni di hadapan ribuan jamaah dalam Haul ke-8 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (28/12) malam.

Hadir dalam acara tersebut dua loyalis Gus Dur lainnya, Khofifah dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Sebaliknya, Muhaimin Iskandar dan Saifullah Yusuf tak terlihat.

Gus Dur, tandas Rizal, sangat percaya dengan anak-anak muda, “Walaupun ada yang mengkhianatinya ya,” tandas Rizal yang disambut aplaus jamaah. “Tapi ada yang terus tetap loyal, Pak Mahfud, Bu Khofifah, saya, tetap loyal,” tambahnya.

•Baca: Demi Selamatkan Gus Dur, Khofifah Sibuk Bagikan Sedekah

Saat Gus Dur hendak dilengserkan lewat persekongkolan politik kala itu, ketiga orang ini pun tetap bersama Gus Dur. Khofifah bahkan sampai berkeliling ke pelosok kampung-kampung kumuh selama dua bulan untuk membagikan sedekah.

Lewat sedekah, Khofifah berharap bisa memberikan perlindungan keselamatan bukan kepada Gus Dur semata, tapi bangsa dan negara Indonesia. Agar dijauhkan dari sifat-sifat hasut, dengki, maupun dijauhkan dari orang-orang yang ingin melakukan sesuatu secara destruktif.

• Baca: Amanat Gus Dur: Bantulah Khofifah, Dia Srikandinya NU

Pun pasca Gus Dur dilengserkan. Khofifah tetap bersama sang bapak bangsa, di saat orang-orang yang dulu dibesarkannya berkhianat: Pergi, melukai, sekaligus membawa keberhasilan yang bertahun-tahun dirajut Gus Dur.

Saking loyalnya Khofifah kepada Gus Dur, Rizal sampai-sampai meminta keluarga besar dan alumni Ponpes Tebuireng Jombang agar membantu setiap hajat Khofifah, termasuk memenangkannya di Pilgub Jatim 2018.

Terapkan Meritokrasi

ZIARAH: Khofifah Indar Parawansa berziarah ke makam Gus Dur usai haul ke-8 Gus Dur di Ponpes Tebuireng. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
ZIARAH: Khofifah Indar Parawansa berziarah ke makam Gus Dur usai haul ke-8 Gus Dur di Ponpes Tebuireng. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Dalam testimoninya, Rizal juga membeber sejumlah keberhasilan pemerintahan Gus Dur. Di bidang ekonomi, misalnya, hanya dalam tempo 21 bulan memimpin negeri ini mampu menyetabilkan harga beras tanpa impor.

Lalu pertumbuhan ekonomi dari minus 3 menjadi surplus 4,5 persen dan utang berkurang. “Jarang terjadi, yang ada ekonominya mandek, utangnya naik terus,” kata Rizal yang menjabat Menko Ekuin di kabinet Gus Dur.

Begitu pula saat PKB di bawah kepemimpinan Gus Dur bisa dibilang mengalami masa kejayaannya. Suara PKB di Pemilu 1999 mencapai 13.336.982 atau 12,61 persen dengan 51 kursi di DPR RI.

• Baca: Jalan Kaki 1 Km, Khofifah Hadiri Sewindu Haul Gus Dur

Memasuki Pemilu 2004, perolehan suara PKB di angka 12.002.885 atau 10,61 persen dengan meraih 52 kursi. Memasuki Pemilu 2009, PKB yang sudah tak lagi dikomandoi Gus Dur mengalami penurunan menjadi 5.146.122 suara atau 4,94 persen dengan jumlah kursi hanya 28.

Pada Pemilu 2014, PKB meraih 11.298.957 suara (9,04 persen) atau 47 kursi. Dibandingkan Pemilu 2009 memang suara PKB naik dua kali lipat, namun belum berhasil kembali ke masa kejayaan PKB saat meraih 12,61 persen sekaligus sukses mengantarkan Gus Dur ke kursi presiden.

Bagi Rizal, kesuksesan ini karena Gus Dur bisa memilih orang-orang yang memang terbaik. “Pak Mahfud terbaik dalam bidangnya, Bu Khofifah juga. Saya tahu Pak Jokowi juga berat melepas Bu Khofifah karena dia orang kerja. Dia agresif sekali, aktif sekali,” papar Rizal.

• Baca: Dunia Merindukan Juru Damai Sekelas Gus Dur-Kiai Hasyim

Gus Dur bisa mengumpulkan orang-orang hebat di bidangnya, menurut Rizal, karena menerapkan apa yang disebut sebagai meritokrasi. Kalaupun ada beberapa menteri yang gagal itu karena kehadirannya di kabinet dipaksakan partai.

“Tapi Gus Dur dengan menerapkan meritokrasi akhirnya bisa memilih yang baik-baik. Kalau enggak baik dikasih saja (waktu) tiga bulan. Nanti rakyat pasti ngomong, ya ganti saja. Gitu aja kok repot,” tandasnya.