Khofifah Dituding Bayar Buzzer, Grahadi Kian Sibuk Membantah!

PEKERJAKAN BUZZER?: Heru Tjahjono (kanan) saat dampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. | Foto Barometerjatim.com/ROY HS
PEKERJAKAN BUZZER?: Heru Tjahjono (kanan) saat dampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. | Foto Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com –  Heru Tjahjono terusik. Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim itu sibuk membantah bahwa Pemprov Jatim tidak memiliki dan mempekerjakan buzzer atau pendengung di media sosial.

Hal tersebut disampaikan Heru menanggapi tudingan netizen yang menyebut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa membayar buzzer untuk menaikkan citranya sehingga beberapa kali menjadi trending topic di Twitter.

“Sekali lagi saya ingin tegaskan, bahwa Grahadi tidak pernah memanipulasi percakapan di platform media sosial manapun. Kami juga tidak pernah menganggarkan untuk menggerakkan buzzer,” ungkap Heru di Gedung Negara Grahadi, Minggu (4/4/2021).

Menurut Heru, Khofifah bahkan mengaku kaget saat diberitahu menjadi trending topic di Twitter. Terlebih percakapan yang menjadi trending berpola dan seperti mengikuti satu instruksi.

Khofifah, lanjut Heru, juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menginstruksikan siapapun untuk memanipulasi percakapan di media sosial.

“Jadi isinya petikan-petikan isi berita dan statemen, namun tidak jelas apa yang dimaksud. Inilah yang mengakibatkan netizen menuding Grahadi menggerakkan buzzer. Padahal kami sendiri tidak tahu siapa dirigennya,” kata Heru.

“Kami tidak ingin berspekulasi siapa pelakunya. Mungkin orang iseng yang ingin menjatuhkan kredibilitas Gubernur Khofifah. Tapi yang pasti, kami tidak pernah mempekerjakan buzzer untuk pencitraan Gubernur Khofifah,” tambahnya.

Sekadar tahu, kata-kata “Gubernur Khofifah” hari ini sempat beberapa kali menjadi trending topic. Sampai-sampai netizen menyasar akun Instagram Khofifah, @khofifah.ip untuk menanyakan soal jasa buzzer.

“Pagi buk, apa bener panjennegan pakai jasa buzzerrp? Buka apa2 buk bukan malah seneng malah malu buk ngeliat repnya sekelas gubernur pake buzzer,” tulis aku @zenaz_92 di kolom komentar salah satu postingan Khofifah.

Komentar Nyinyir Netizen

RAMAI PAKAI BUZZER: Komentar salah seorang netizen di kolom komentar salah satu postingan di IG KHofifah. | Foto IST/IG
RAMAI PAKAI BUZZER: Komentar salah seorang netizen di kolom komentar salah satu postingan di IG KHofifah. | Foto IST/IG

Bukan kali ini saja Grahadi sibuk membantah menggunakan jasa buzzer. Sebelumnya, di tengah menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19 Januari lalu, Khofifah juga dibanjiri komentar nyinyir dari sejumlah netizen terkait trending di Twitter yang diduga menggunakan pendengung.

Melihat serbuan netizen, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim, Benny Sampirwanto angkat bicara dan menegaskan tak ada upaya pencitraan Khofifah dalam pelaksanaan distribusi vaksin Sinovac.

“Kita tidak memakai buzzer, tapi lebih menekankan pada manajemen media yang cerdas,” ujar Benny di ruang kerjanya, 20 Januari 2021.

Dikatakan Benny, selama ini media sosial diperutukkan Khofifah sebagai media berkomunikasi langsung dengan masyarakat, sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai sarana yang bagus oleh masyarakat untuk berkomunikasi dengan gubernurnya.

Kalaupun ada beberapa postingan komentar yang sama oleh beberapa netizen terhadap upaya Khofifah dalam memimpin Jatim, sebaiknya dilihat dari sudut pandang yang positif, bukan langsung mengatakan itu buzzer.

“Saya melihatnya ada sekelompok orang yang ikut membantu menyebarkan informasi dari Bu Gubernur saja, dengan copy and paste daripada repot-repot nulis. Apabila dilihat dari sudut pandang negatif, ya mungkin ada yang punya agenda. Apa itu? Kami tidak tahu,” katanya.

» Baca Berita Terkait Khofifah