Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Kehilangan Takhta di 2019, PKB Jatim Siap Rebut Kembali dari PDIP di 2024!

Berita Terkait

REBUT TAKHTA KEMBALI: Thoriqul Haq, semangat rebut kembali takhta PKB dari PDIP di jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
REBUT TAKHTA KEMBALI: Thoriqul Haq, semangat rebut kembali takhta PKB dari PDIP di jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kehilangan takhta sebagai penguasa Jawa Timur setelah bertahun-tahun kedigdayaannya direbut PDI Perjuangan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

PDIP tampil sebagai kampiun dengan 27 kursi, sedangkan PKB harus puas di posisi runner up dengan 25 kursi. Kemenangan PDIP ini mengubah peta suara Pemilu 2014. Lima tahun sebelumnya PKB menjadi penguasa dengan 20 kursi, menyusul PDIP 19 kursi.

Nah, menyongsong Pileg 2024, semangat untuk merebut kembali takhta dari PDIP dikobarkan PKB. Langkah awal, melakukan pemetaan bakal calon legislatif (caleg), termasuk membahas usulan perubahan daerah pemilihan (dapil).

“Kita coba lakukan pemetaan teman-teman caleg yang datang, kita minta juga beberapa penjelasan dari kabupaten/kota terkait kemungkinan ada usulan perubahan dapil,” kata Wakil Ketua DPW PKB Jatim, Thoriqul Haq usai menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di halaman Masjid Darussalam, kompleks kantor PKB Jatim, Sabtu (16/4/2022) malam.

“Tetapi bahwa apapun kondisi dan keputusan politik, kita mempersiapkan untuk kembali merebut PKB Jatim ini tidak hanya menang suara tapi juga meraih kursi yang terbanyak,” tandasnya.

Menurut Thoriq, di Pileg 2019 PKB Jatim menang suara tapi kalah dalam perolehan kursi. “Nah, pemetaan yang sekarang ini kita lakukan adalah suaranya menang PKB dan rata-rata di masing-masing dapil kita juga harus menang secara kursi,” jelasnya.

Apakah kepala daerah dari PKB akan ikut dikonsentrasikan maju Pileg? “Saya kira itu pertimbangan yang kesekian, belum dibahas soal itu,” ujar politikus yang juga Bupati Lumajang tersebut.

Hitung-hitungan PKB, papar Thoriq, Pilkada digelar pada November. Artinya dari Pemilu yang digelar pada Februari ke Pilkada di November, ada kalkulasi poltik yang masih harus dihitung ulang.

“Karena bisa jadi, belum dilantik itu sudah harus membuat persyaratan mengundurkan diri atau mundur dari legislatif. Tentu itu sedang kita hitung dalam kalkulasi persiapan untuik Pemilu dan Pilkada,” jelasnya.

» Baca berita terkait PKB. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -