Kaget dengan Manuver 26 PC, Ketum Ansor: Jangan Diulangi!

JIWA BESAR: Gus Yaqut, merangkul Ketua PC Ansor Lamongan, Masyhur yang ikut melakukan tuntutan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JANGAN DIULANGI: Gus Yaqut merangkul Masyhur, ketua PC Ansor Lamongan yang ikut menuntut . | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut mengaku kaget sekaligus menyayangkan ‘manuver’ 26 ketua pimpinan cabang (PC) di Jatim yang melakukan sejumlah tuntutan terhadap PP.

“Saya menyayangkan. Ini urusan internal organisasi kita, tidak selayaknya dibuka di publik,” kata Gus Yaqut di hadapan kader Ansor se-Jatim usai buka puasa bersama dan silaturahim di Hotel Elmi Surabaya, Minggu (2/6/2019) malam.

“Kecuali kita tidak sayang lagi dengan organisasi ini. Kecuali kita mau organisasi ini dicabik-cabik dari luar, silakan lanjutkan aja begitu. Saya ini kan cuma ketua umum, bukan pemilik organisasi ini, yang punya kita semua,” sambungnya.

• Baca: SK Gus Abid Tak Diperpanjang, Ansor Pusat Tunjuk Karteker!

Seharusnya, kata Gus Yaqut, kalau ada aspirasi-aspirasi seperti yang muncul di berita media online, sampaikan secara langsung. “Tidak usah kemudian di-publish di media, untuk apa sih? untuk apa?” katanya memberi penekanan.

Bagi Gus Yaqut, pemberitaan terkait tuntutan 26 ketua PC tersebut seakan-akan mencerminkan tidak ada komunikasi antara pengurus Ansor di level cabang dengan pusat.

Wong saya WA-an sama Masyhur (ketua PC Ansor Lamongan, salah satu cabang yang melakukan tuntutan) ini biasa. Saya teleponan juga biasa. Makanya saya agak kaget, kok tiba-tiba ada link berita seperti ini,” katanya.

Tapi karena sudah terlanjur, Gus Yaqut berharap manuver seperti itu tidak diulangi lagi dan mengajak seluruh kader untuk lebih mencintai organisasi yang didirikan para kiai Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

“Sampaikan saja, kita ini bukan orang lain. Berbeda pendapat bagi kita biasa, yang tidak biasa itu berbeda pendapatan,” katanya mencoba mencairkan suasana yang mulai terlihat tegang.

“Jadi sudahlah! Mari setiap hal yang terkait dengan organisasi ini kita bicarakan secara internal. Tidak perlu kepada publik lewat media, tanpa mengurangi rasa hormat kepada kawan-kawan media,” paparnya.

Seperti diberitakan, satu dari tiga poin tututan 26 ketua PC yakni meminta PP agar segera menggelar Konferwil PW Ansor Jatim karena sejak 27 Desember 2017 Ansor Jatim tak memiliki ketua definitif.

Saat ditanya wartawan sebelum menyampaikan pidato di acara silaturahim tersebut, Gus Yaqut menegaskan, soal kapan Konferwil digelar sebenarnya sudah jelas diatur dan ditentukan di dalam PD/PRT organisasi.

“Jadi sudah ada aturan mainnya, tanpa bikin pernyataan-pernyataan pasti ada konferensi,” kata tokoh muda NU yang masuk kandidat menteri di periode kedua pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) nanti.

Ansor Organisasi Tertib

Jika sampai hari ini PP belum menyelenggarakan Konferwil PW Jatim, tandas Gus Yaqut, tentu atas beberapa pertimbangan. Di antaranya kurang afdhol menggelar Konferwil dalam suasana Ramadhan.

“Ini (manuver 26 ketua PC) menurut saya langkah yang tidak dewasa dalam berorganisasi. Wong ini persoalan biasa saja,” tegasnya.

Adakah sanksi atau teguran untuk 26 ketua cabang? “Ya enggak, itu biasa saja! Cuma kita ingatkan agar yang begitu-begitu enggak usah diulangi kembali, karena organisasi kita ini tertib, Ansor ini organisasi yang tertib,” ucapnya.

Apapun kesulitan yang dihadapi, menurut Gus Yaqut, ke-26 ketua cabang seharusnya bisa menyampaikan langsung ke PP. “Kita ini biasa komunikasi kok. Enggak perlu ke media dulu. Baru nanti setelah ada solusi yang jelas, silakan bicara ke media,” katanya.

“Jadi kalau tuntutan-tuntutan begitu kan, saya ketawa saja sih. Saya sudah baca (soal pemberitaan di media online) sebenarnya, tapi ya saya ketawa saja. Anak-anak ini ngapain, hal yang tidak perlu tapi mereka lakukan,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Ansor Jatim, Konferwil