Jual Hewan Kurban Saat Corona, Pedagang Ini Tetap Untung!

TETAP UNTUNG: Adit saat melayani pelanggannya yang membelihewan kurban di kandang miliknya. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH
TETAP UNTUNG: Adit saat melayani pelanggannya yang membelihewan kurban di kandang miliknya. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Tak semua pedagang hewan kurban merugi di masa pandemi Covid-19. Lihatlah Adit, pemilik Kandang Kurban Sidoarjo di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Selama dua kali Idul Adha di masa pandemi Covid-19, penjualannya sama sekali tak terganggu. Bahkan mengaku mengalami peningkatan penjualan secara signifikan.

Pada 2019, Adit menuturkan hanya bisa menjual sekitar 75 ekor sapi dan 90 ekor kambing. Namun pada 2020, penjualannya malah meningkat hingga mencapai 110 ekor sapi dan 150 ekor kambing.

Alhamdulillah, tahun ini sudah laku terjual 104 ekor sapi dan 170 ekor kambing. Itu pun masih ada yang indent, hanya menitipkan uang tapi belum memilih hewan,” tuturnya, Senin (19/7/2021).

Pria asli Sidoarjo ini juga tidak pernah memajang dagangannya di pinggir jalan seperti penjual lainnya. Selain karena kesibukannya sebagai pegawai perusahaan swasta, berjualan model seperti itu membutuhkan biaya tak sedikit.

Dia hanya fokus melayani pembeli di kandang miliknya. “Kalau di pinggir jalan lebih repot. Lagian saya juga sudah memiliki pelanggan tetap, dan ini menurut saya sudah cukup,” ungkapnya.

Sebenarnya, Adit juga kaget dengan banyaknya pelanggan baru yang membeli hewan kurban di kandangnya. “Mungkin mereka tahu dari pelanggan tetap saya,” duganya.

Lantas, apa resep Adit sehingga tetap meraup untung di masa pandemi? Dia menuturkan, strategi penjualan harus tepat. Pertama, promosi melalui teknologi informasi digencarkan karena masyarakat enggan ke luar rumah.

Meskipun para pembeli akhirnya tetap datang ke kandang untuk transaksi langsung, minimal mereka punya referensi soal sapi atau kambing yang akan dibeli.

“Strategi kedua yaitu mengetahui kebutuhan pasar. Dalam situasi pandemi ini, tidak banyak orang berminat kurban sapi dengan ukuran besar,” kata Adit.

“Maka yang dimaksimalkan adalah menyediakan sapi dengan ukuran sedang hingga minimalis. Ternyata itu banyak peminatnya sekarang,” tandasnya.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Peternakan Jatim, Gunawan Saleh memperkirakan penyembelihan hewan kurban tahun ini turun 10 persen dibanding 2020. Kandisi ini sama dengan tahun lalu yang juga turun 10 persen dibanding 2019.

“Tahun ini kita prediksi ada penurunan pemotongan hewan kurban sekitar 10 persen, dari total penyembelihan tahun lalu sebanyak 374.681 ekor. Tahun lalu penyembelihan hewan kurban juga mengalami penurunan sebesar 10 persen,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Idul Adha