JK: Sound System Jelek, 80 Persen Makna di Masjid Hilang!

DMI JATIM: Jusuf Kalla dan Khofifah bersama pengurus DMI Jatim usai pelantikan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DMI JATIM: Jusuf Kalla dan Khofifah bersama pengurus DMI Jatim usai pelantikan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Wapres RI, Jusuf Kalla (JK) menegaskan, jumlah masjid di Indonesia yang hampir satu juta harus diimbangi dengan kualitas sarana fisiknya, terutama soal sound system.

Sebab, 80 persen waktu jamaah di masjid dihabiskan untuk mendengarkan. Entah itu khotbah, ceramah agama, hingga laporan keuangan. Sedangkan 20 persen sisanya untuk ibadah dan doa.

“Karena itu apabila sound system masjid tidak bagus, 80 persen ini hilang maknanya,” tegas JK usai melantik pengurus Pimpinan Wilayah (PW) DMI Jatim 2019-2024 di Gedung Islamic Center, Surabaya, Kamis (3/10/2019).

Turut mendampingi JK di acara pelantikan, yakni Menkominfo yang juga pengurus PP DMI, Rudiantara; serta Gubernur Jatim yang juga pembina DMI Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Selain menjaga kualitas sound system, pembangunan masjid harus sesuai dengan prinsip-prinsip peribadatan yang baik, dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan.

Sejarah Rasulullah Saw mencatat, masjid tidak hanya difungsikan untuk tempat bersujud dan ibadah, tapi juga menjadi tempat bermusyawarah, pengadilan, hingga mengatur strategi perang — selain menjadi tempat untuk memajukan ekonomi dan lainnya.

“Tentu tidak kita ulangi seperti itu pada dewasa ini karena situasi berbeda. Sekarang ada pengadilan, jadi tidak perlu sidang pengadilan di masjid. Zaman dulu ya, dan kegiatan-kegiatan yang tentu punya manfaat,” paparnya.

Tetapi, tandas JK, masalah-masalah kemaslahatan untuk memajukan umat bisa diakukan di masjid secara bersama-sama. “Kenapa? Karena orang datang ke masjid tidak perlu diundang, apalagi saat Jumat,” tandasnya.

Masjid, kata JK, memang berbeda dengan rumah ibadah lainnya karena umat bisa bersama-sama dalam satu waktu. Dia mencontohkan ketika shalat Jumat.

“Jumat sekitar pukul 12.00, setidaknya 100 atau 120 juta umat bersamaan ada di masjid. Berbeda dengan agama lain yang bisa dilakukan saat pagi, siang, sore, atau malam hari,” katanya.

» Baca Berita Terkait DMI Jatim, Jusuf Kalla