Senin, 05 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Jelang Ramadhan, Khofifah Masih Dibikin Repot Urusan Kelangkaan Minyak Goreng!

Berita Terkait

CEK MINYAK GORENG: Khofifah dampingi Kapolri mengecek minyak goreng di Pasar DTC Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST
CEK MINYAK GORENG: Khofifah dampingi Kapolri mengecek minyak goreng di Pasar DTC Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jelang Ramadahan 1443 Hijriyah, Gubernur Khofifah Indar Parawansa masih direpotkan dengan urusan kelangkaan minyak goreng di sejumlah tempat di Jatim.

“Saya meminta kepada distributor minyak goreng di Jatim, agar benar-benar mendistribusikan minyak goreng ke pasar-pasar di Jatim,” pintanya.

Permintaan itu disampaikan Khofifah saat mendampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengecek ketersediaan bahan pangan dan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah di Pasar Darmo Trade Center (DTC) Wonokromo Surabaya, Sabtu (26/3/2022).

Sebab, kanjut Khofifah, saat ini masih ada ruang kosong antara produsen, distributor, dan konsumen. Padahal produksi pabrik seharusnya lebih dari cukuo untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dia mencontohkan di PT Smart Tbk Rungkut, salah satu pabrik minyak goreng yang ditinjaunya bersama Kapolri usai dari DTC. Di tempat tersebut, Khofifah, Kapolri, dan Forkopimda Jatim mendapatkan penjelasan dari pihak pabrik yang memproduksi minyak goreng curah 250 ton per hari, bahkan ke depan akan ditingkatkan lagi.

Menurut Geberal Manager PT Smart, Arthur bahwa pihaknya setiap hari memproduksi secara normal tidak ada pengurangan. Pada April dan Mei pihaknya juga mendapatkan kewajiban produksi minyak goreng sampai 1.725 ton.

Saat Ramadhan dan Idul Fitri, PT Smart juga berupaya meningkatkan produksi minyak goreng. “Ini kami sedang mengajukan revisi, bukan minta turun, kami minta naik,” kata Arthur.

“Karena kami ini kan ada volume untuk memproduksi curah itu satu harinya bisa keluar sekitar 250 ton. Kami sedang minta ajukan untuk ditambah volumenya di wilayah Jatim,” imbuhnya.

Mendapati kondisi tersebut, Khofifah meminta seluruh distributor minyak goreng di Jatim untuk berkomitmen menyalurkan minyak goreng mereka. Hal itu dilakukan agar dapat memenuhi permintaan pasar yang masih tinggi.

Menurut Khofifah, dengan produksi 250 ton minyak goreng curah per hari di PT Smart Tbk Rungkut dan jika pabrik yang lain melakukan hal yang sama, seharusnya tidak terjadi kekosongan dan rantai pasok minyak goreng tidak terputus.

“Penyebab kelangkaan minyak goreng ini harus segera dicarikan solusinya. Caranya adalah dengan sama-sama berkomitmen antara produsen dan distributor untuk dapat memenuhi permintaan pasar,” papar Khofifah.

Terlebih sebentar lagi memasuki Ramadhan dan dipastikan kebutuhan minyak goreng bakal meningkat. Khofifah meminta kebijaksanaan seluruh pihak agar yang masih menahan pasokan minyak gpreng agar segera dilepas ke pasar.

“Ayolah kita jaga psikologis masyarakat, agar masyarakat lebih tenang dan khusyuk menjalankan ibadah puasa,” ajaknya.

Sementara itu Kapolri secara khusus menginstruksikan Kapolda Jatim dan Satgas Pangan Jatim untuk setiap hari melakukan cek ketersediaan dan kecukupan minyak goreng di pasar. Di meminta agar ketika ditemukan kekosongan, maka segera berkomunikasi dengan dengan pihak distributor minyak goreng di Jatim.

“Ini tentunya hal-hal yang harus terus kita cek dan kemudian kita pastikan bahwa seluruh kegiatan distribusi ini betul-betul bisa berjalan dengan baik. Jadi ini akan kita ikuti terus dan mudah-mudahan ketersediaan minyak curah sesuai HET betul-betul ada di pasaran khususnya di bulan Ramadan,” ucapnya.

» Baca berita terkait Minyak Goreng. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -