Kamis, 26 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Kelangkaan Minyak Goreng di Jatim Belum Teratasi, Khofifah Gelontor 3.500 Ton ke 17 Daerah

Berita Terkait

UPAYA ATASI KELANGKAAN: Khofifah lepas 3.500 ton minyak goreng ke 17 kabupaten/kota di Jatim. Barometerjatim.com/IST
UPAYA ATASI KELANGKAAN: Khofifah lepas 3.500 ton minyak goreng ke 17 kabupaten/kota di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sudah sebulan lebih kelangkaan minyak goreng di Jawa Timur tak kunjung teratasi. Lantas, apa upaya Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk mengatasi kelangkaan tersebut?

Selain menggelar operasi pasar, terbaru Pemprov Jatim menggelontorkan 3.500 ton minyak goreng yang diperuntukkan bagi para pedagang pasar tradisional di 17 kabupaten/kota di Jatim.

Selanjutnya, para pedagang diharuskan menjual langsung minyak goreng kepada konsumen sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi minyak goreng dengan kemasan premium yakni Rp 14.000 per liter.

Pelepasan 3.500 ton minyak goreng dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Kamis (3/3) malam yang ditandai pemecahan kendi oleh Khofifah di depan 20 truk pengangkut minyak goreng.

“Pemprov Jatim tidak berhenti berupaya untuk mengkoordinasikan, mensinergikan untuk  mengatasi kelangkaan minyak goreng. Semoga ikhtiar ini dapat membantu masyarakat, pedagang kaki lima, tukang gorengan, warteg, katering, ibu rumah tangga, dan lain-lain,” ucap Khofifah.

Pemprov, lanjut Khofifah, secara bertahap akan mendistribusikan minyak goreng ke 38 kabupaten/kota di Jatim dan tahap satu ini diberangkatkan ke 17 kabupaten/kota.

Rinciannya, minyak goreng premium Lentera didistribusikan ke Kabupaten Tulungagung, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, Jombang, Nganjuk, Bojonegoro, Ngawi, Madiun, Ponorogo dan Kota Probolinggo. Sedangkan minyak goreng jenis Rakyat didistribusikan ke Tuban, Kediri, Lamongan, Pacitan, dan Trenggalek.

Insyaallah, hari ini Jumat (4/3/2021) akan dilakukan pengiriman minyak goreng tahap kedua untuk 21 kabupaten/kota lainnya,” ujarnya.

Menurut Khofifah, dengan terpenuhinya kebutuhan minyak goreng akan membangun ketenangan dan rasa aman terhadap seluruh pedagang maupun masyarakat.

Sehingga, akan memberikan penguatan semua pihak utamanya pedagang kaki lima, para penjual gorengan, pengusaha katering, hingga ibu rumah tangga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Bagi kita semua membangun ketenangan dan rasa aman menjadi penting. Jadi, kami sampaikan lagi insyaallah kebutuhan minyak goreng bagi masyarakat Jatim akan tercukupi dan terpenuhi,” imbuhnya.

Secara khusus, Khofifah juga menyampaikan terima kasih atas upaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang telah bertugas memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa kenal waktu. Begitu pula pihak-pihak lain yang memberi dukungan.

Khofifah juga membagikan paket sembako kepada 20 pengemudi truk yang bertugas mengirimkan minyak goreng ke 17 kabupaten/kota tersebut. Di dalam paket sembako sudah disertakan minyak goreng.

“Jadi, jangan sampai istri nanya, kok ngantar minyak goreng satu truk tapi tidak bawa minyak goreng untuk di rumah? Nah, yang di dalam tas sembako itu, saya titip minyak goreng untuk istri masing-masing,” katanya.

» Baca berita terkait Minyak Goreng. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -