Jaga Adat! MotoGP Mandalika Tanpa Gadis Payung Seksi

KUAT JAGA ADAT: Najamuddin Amy, masyarakat NTB sangat kuat dalam menjaga adat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KUAT JAGA ADAT: Najamuddin Amy, masyarakat NTB sangat kuat dalam menjaga adat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

LOMBOK, Barometerjatim.com – Penggemar MotoGP pasti tak asing dengan umbrella girl, alias perempuan yang bertugas memayungi pembalap sebelum race.

Kehadiran gadis payung yang super seksi, bahkan kerap ditunggu penonton untuk sekadar ‘cuci mata’ sebelum melihat para penunggang kuda besi berlomba melahap lintasan.

Namun di MotoGP Mandalika 2021 nanti, bisa jadi tak dijumpai gadis payung dengan busana super seksi. Ini karena masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat kuat dalam menjaga adat maupun kearifan lokal.

“Mungkin nanti lebih sopanlah,” tutur Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov NTB, Najamuddin Amy, saat menerima rombongan press tour Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, pekan lalu.

Bisa saja, seloroh Najamuddin, kalau kaitannya dengan wisata syariah atau wisata halal, Valentino Rossi dan pembalap lainnya didampingi umbrella girl berjilbab.

“Muslimah umbrella girl atau syariah umbrella girl. Itu kan berbeda, daya tariknya lain kan?” katanya sambil tersenyum.

Begitu pula dengan selebrasi yang selama ini biasa menggunakan sampanye beralkohol, bisa pula nanti diganti dengan bahan lain dari alam NTB.

Satu hal yang pasti, tandas Najamuddin, masyarakat di kawasan Mandalika sangat kuat dalam menjaga adat. Desa-desa di NTB, rata-rata dibekali dengan alit-alit (peraturan desanya).

“Peraturan desa yang penuh dengan kearifan lokal, dan itu tidak boleh kita langgar. Tapi kita menyesuaikan dengan apa yang ada, kemudian kita kombinasikan, kita komunikasikan dengan sebaik-baiknya bahwa keterbukaan itu penting,” paparnya.

Sebab, tanpa kehadiran investasi, jelas Najamuddin, mustahil ada pertumbuhan ekonomi. Tanpa investasi, mustahil  bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Sehingga para investor yang datang dengan adanya MotoGP di KEK Mandalika, akan men-drive kemudian mendorong tumbuhnya para usahawan baru.

“Tumbuhnya produk-produk lokal yang bisa kita suguhkan untuk tamu-tamu kita. Tentu dengan regulasi dari menghormati kearifan lokal yang ada,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim