Jadi Plt Bupati, Marhaen: Mohon Maaf! Nganjuk Ada Sedikit Ujian

MINTA MAAF: Marhaen Djumadi, minta maaf Novi Rahman Hidayat terjerat korupsi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
MINTA MAAF: Marhaen Djumadi, minta maaf Novi Rahman Hidayat terjerat korupsi. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Usai ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menyampaikan permintaan maaf atas yang terjadi di kabupaten berjuluk Kota Angin tersebut.

Seperti diberitakan, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditetapkan tersangka dalam kasus jual beli jabatan usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dan Bareskrim Polri.

“Hari ini kami mendapat mandat menjadi Plt Bupati Nganjuk. Sebelumnya mohon maaf, di Nganjuk ada sedikit ujian, Mas Bupati kena masalah,” katanya usai menerima surat Plt dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (11/5/2021) malam.

Setelah ditetapkan sebagai Plt Bupati, Marhaen akan mengondusifkan tiga sektor menyusul situasi di Nganjuk pasca Novi ditetapkan sebagai tersangka. Yakni di pemerintahan, Forkopimda, dan masyarakat.

“Kebetulan di Nganjuk juga lagi proses pengisian perangkat. Kita ingin menjaga betul Nganjuk ini sehingga menjadi kondusif, tandas pejabat yang juga kader PDIP tersebut.

Terkait pengisian perangkat jabaran ini, lanjut Marhaen, sudah dirapatan dengan Forkopimda dan diputuskan untuk menyerahkan ke Panwas apakah pelantikan perangkat ditunda atau dihentikan.

Kenapa lewat Panwas? “Karena sesuai dengan Perbup Nomor 11 Tahun 2021, yang berhak pengeluarkan force majeure itu adalah Panwas,” kata Marhaen.

“Dan kami tidak banyak janji. Kita juga akan bekerja, bekerja, dan bekerja. Ini penting untuk memulihkan kepercayaan publik,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait KPK, Korupsi