Kritik Risma! HNW Ditantang Tunjukkan Prestasi Kader PKS

BLUSUKAN RISMA: Aksi Tri Rismaharini blusukan di kolong jembatan diritik Hidayat Nur Wahid. | Foto: IST
BLUSUKAN DI KOLONG JEMBATAN: Aksi Mensos Tri Rismaharini blusukan di kolong jembatan diritik Hidayat Nur Wahid. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Memanas! Kritik Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (HNW) terhadap aksi blusukan Menteri Sosial (Mensos) yang mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini direaksi sejumlah kalangan.

Salah satunya datang dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Hariyanto.

Dia bahkan menantang HNW untuk datang ke Surabaya, agar bisa melihat secara langsung hasil kerja nyata Risma — sapaan Tri Rismaharini — selama 10 tahun memimpin Kota Pahlawan.

“Nanti akan saya tunjukkan hasil kerja nyata Bu Risma selama 10 tahun memimpin Surabaya. Mungkin orang yang mempertanyakan kinerja Bu Risma belum tahu hasil kerja Bu Risma,” ujar Hariyanto, Selasa (12/1/2020).

Dia juga mengingatkan PKS agar tidak berlaku zalim, mengaitkan aksi blusukan Risma dengan seluruh hasil karyanya selama menjabat wali kota Surabaya. Selain itu, Hariyanto menantang HNW untuk menunjukkan prestasi hebat kader partainya yang menjadi kepala daerah.

“PKS jangan zalim pada Bu Risma. Sebagai bukti, silakan Pak Hidayat Nur Wahid tunjukkan kepala daerah kader PKS yang secemerlang Bu Risma, dengan berbagai  macam prestasi sewaktu menjabat wali kota Surabaya,” ucapnya.

Sebelumnya, Hidayat mengaitkan aksi blusukan Risma dengan kondisi di Surabaya yang disebutnya masih banyak yang tinggal di kolong jembatan.

“Kalau beliau datang ke Jakarta dan kemudian datang ke kolong dan sebagainya, ternyata di Surabaya masih banyak sekali atau masih banyak yang begitu. Apakah beliau sedang kangen-kangenan dengan Surabaya sehingga di Jakarta ke kolong juga?” katanya kepada media, Selasa (5/1/2021).

Menurut Hariyanto, justru selama 10 tahun memimpin Surabaya, Risma telah meninggalkan banyak kesuksesan. Khususnya terkait program intervensi sosial yang menyentuh langsung masyarakat kurang mampu.

“Tak terhitung berapa program dari Bu Risma untuk intervensi sosial. Mulai dari program permakanan untuk lansia, anak yatim piatu, orang cacat dan orang tidak mampu. Kemudian bedah rumah, pendidikan gratis hingga BPJS PBI,” ujarnya.

Di Kelurahan Mulyorejo saja, lanjutnya, untuk program bedah rumah setiap tahun ada 40 rumah yang dibedah. Mulai dibangunkan rumah yang layak huni, lantai keramik dan memiliki jamban. Bagi warga yang tidak memiliki jamban, juga dibuatkan jamban agar bisa hidup bersih dan sehat.

Selain itu, kata Hariyanto, ada juga pendidikan gratis yang diterima salah seorang anak kurang mampu bernama M Rizal yang disekolahkan hingga perguruan tinggi. Selama kuliah, Rizal tidak dipungut biaya sama sekali karena ditanggung Pemkot Surabaya.

“Silakan Pak Hidayat Nur Wahid tunjukkan kepala daerah kader PKS yang secemerlang Bu Risma.”

“Sekarang dia sudah lulus dan bekerja. Sekarang dia bisa mengangkat derajat ekonomi keluarganya. Ini Bukti perhatian Bu Risma kepada warga Surabaya yang tidak mampu,” ungkapnya.

Di bidang penataan kampung, Risma juga menata Kampung Mulyorejo menjadi lebih bersih, indah, dan nyaman untuk ditinggali. Dulu kawasan ini terkenal sangat kumuh dan pinggiran.

“Dulu Mulyorejo ini adalah kampung kumuh, sekarang sudah dibenahi. Jalan-jalan di paving, diberikan PJU (Penerangan Jalan Umum) hingga terang. Makamnya juga ditinggikan dan diberikan penerangan sehingga tak terkesan angker,” tuturnya.

Di Mulyorejo, lanjut Hariyanto, juga diberikan tambahan mesin di rumah pompa. Sehingga saat terjadi hujan deras dibarengi air laut pasang, pasti akan ada genangan.

“Sekarang saat ada hujan deras, memang masih ada genangan. Tapi dalam hitungan jam air itu sudah surut,” jelasnya.

Manfaat Dirasakan Warga

Pengakuan yang sama disampaikan Ketua Forum Komunikasi (Forkom) LPMK Surabaya, Unsi Fauzi. Menurutnya, apa yang telah dilakukan Risma selama 10 tahun memimpin Surabaya sudah benar dan nyata adanya. Bukan sekadar bombastis dan manis di media, tapi memang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Surabaya.

“Bu Risma sangat tanggap jika ada warganya yang kesusahan. Bahkan, ada tukang becak yang tidak bisa bekerja dimanfaatkan untuk merawat taman, dan jika sudah sangat tua ditempatkan di panti sosial. Yang tidak punya rumah ditempatkan di rusun,” ujar Fauzi.

Di Wonokromo, kata Fauzi, ada enam kepala keluarga (KK) yang dipindah ke rusun karena rumahnya tidak layak huni, dan bedak rumahnya tersebut nempel di kuburan.

Beberapa waktu lalu, ada pelebaran Puskesmas Wonokromo. Kebetulan samping Puskesmas tersebut ada rumah yang tidak layak, dekat kuburan. Rumahnya langsung dibongkar dan enam KK tersebut dipindah di rusun di Jambangan.

“Ada juga warga yang tidak bisa berdagang diberikan tempat di Pulo Wonokromo difasilitasi untuk berdagang,” ungkap Fauzi.

Tak hanya itu, kata Fauzi, masih banyak kebaikan-kebaikan Pemkot Surabaya di bawah kepemimpinan Risma.

“Di setiap kelurahan ada bedah rumah yang tidak layak huni. Bahkan saat ada rumah yang ambruk langsung direnovasi tanpa ada survei-survei. Itu kebaikan yang telah dilakukan Bu Risma selama ini,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Risma