Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Insentif Huffadz di Surabaya Naik, Per Bulan Rp 800 Ribu!

Berita Terkait

DEKAT DENGAN ULAMA: Eri Cahyadi silaturahmi dan doa bersama dengan kiai dan ulama. | Foto: Barometerjatim/IST
DEKAT DENGAN ULAMA: Eri Cahyadi silaturahmi dan doa bersama dengan kiai dan ulama. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan tahun depan insentif untuk para penghafal Al Qur’an (huffadz) di Kota Pahlawan naik. Jika pada 2021 sebesar Rp 600 ribu per bulan, mulai 2022 naik menjadi Rp 800 ribu per bulan.

Hal itu dikatakan Eri saat menggelar silaturahmi dan doa bersama dengan puluhan kiai dan ulama se-Surabaya di rumah dinas wali kota, Rabu (15/12/2021).

Para kiai yang hadir di antaranya KH Mas Mansur Tholhah, KH Mas Yusuf Muhajir, KH Mas Sulaiman Nur, dan KH Achmad Muhibbin Zuhri.

“Nanti untuk para hafidz saya minta untuk menjadi imam shalat di masjid dan mushola di kampung-kampung. Harapan saya, dengan adanya doa dari para kiai, doa para hafidz di setiap masjid dan mushala akan mendapat berkah dari Allah Swt,” ujarnya.

Eri meyakini, Surabaya tidak akan pernah menjadi kota yang hebat jika kiai dan ulamanya tidak pernah mendoakan kota dan umaronya. “Sekuat apapun umaronya, jika ulamanya tidak mendoakan tidak akan terwujud kota yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur,” ungkapnya.

Eri menambahkan, pemberian insentif tidak hanya diberikan kepada huffadz saja tapi juga bagi semua penghafal kitab suci. Harapannya, akan banyak lagi warga Surabaya yang ingin menghafal kitab suci.

Sementara itu, Rais Syuryiah PCNU Surabaya KH Mas Sulaiman mengatakan, sebagai pengurus NU dirinya sangat gembira dengan apa yang telah dilakukan Eri sejak dilantik menjadi wali kota, seperti adanya pemberian insentif bagi huffadz.

Dia berharap Eri juga memperhatikan guru-guru di pondok pesantren, khususnya guru-guru madrasah diniyah (madin) karena selama ini belum ada perhatian dari pemerintah.

“Untuk guru TPQ sudah ada pemberian insentif. Harapan saya, para guru diniyah ini juga mendapat insentif. Kita harus mengambil langkah maksimal, jangan setengah-setengah. Kami para kiai dan ulama siap mendukung langkah-langkah wali kota Surabaya,” ungkapnya.

Ketua PCNU Surabaya, KH Muhibbin Zuhri menambahkan, pihaknya mendukung rencana Eri yang akan menempatkan para hafidz menjadi imam di masjid dan mushala.

“Ini adalah sebuah langkah kemajuan untuk menambah kualitas peribadatan, dalam rangka memakmurkan masjid dan mushala. Saya mendukung rencana ini,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait: Pemkot Surabaya

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -