Gus Abid: Ansor Dululah! Pilwali Surabaya Urusan Nanti

Gus Abid, fokus membesarkan Ansor Jawa Timur. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan
Gus Abid, fokus membesarkan Ansor Jawa Timur. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jiwa muda tak membuat Mohammad Abid Umar Faruq alias Gus Abid kelewat melompat. Meski didorong banyak pihak — termasuk Ketua DPP Partai Nasdem, Hasan Aminuddin — untuk maju di Pilwali Surabaya 2020, dia lebih memilih fokus membesarkan Ansor Jatim.

“Kalau saya masih jauhlah dari apa yang diharapkan. Konsen saya saat ini di Ansor Jatim,” katanya saat ditemui Barometerjatim.com di kantor PW Ansor Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (28/12).

Lagi pula, Gus Abid baru 25 hari menjabat ketua Ansor Jatim hasil penunjukan PP GP Ansor lewat SK No IV/02/PP/SK-01/XII/2018 tertanggal 3 Desember 2018, yang ditandatangani Ketum Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan Sekjen Abdul Rochman.

Gus Abid yang menggantikan ketua sebelumnya, Sholahul Aam Notobuwono alias Gus Aam, diberi waktu PP sekurang-kurangnya enam bulan sejak SK diterbitkan dengan tugas utama menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) yang ‘mangkrak’ selama satu tahun — sejak kepemimpinan Rudi Triwahid maupun Gus Aam.

Nah, ketika nanti dianggap berhasil menahkodai Ansor Jatim — atau bahkan terpilih menjadi ketua definitif jika ikut running di Konferwil — Gus Abid baru akan memikirkan urusan lain, termasuk Pilwali Surabaya.

Apalagi menjadi pemimpin di daerah, kata Gus Abid, tidaklah gampang. Maka, memimpin Ansor bisa menjadi semacam training sebelum menahkodai kapal lebih besar yang urusannya jauh lebih kompleks semacam kabupaten atau kota.

“Jadi kita harus training dulu. Kalau dianggap berhasil dan saat kita diterjunkan untuk memimpin masyarakat yang cakupannya lebih luas, maka potensi keberhasilannya lebih besar,” katanya.

Masih Waktunya ‘Ngopi’

Gus Abid, masih terlalu dini untuk melompat ke pertarungan Pilwali. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan
Gus Abid, masih terlalu dini untuk melompat ke pertarungan Pilwali. | Foto: Barometerjatim.com/roy hasibuan

Saat dipertegas, pilih Ansor atau menyambut dorongan maju di Pilwali Surabaya 2020, Gus Abid balik mempertegas, “Ansor dululah! Saya akan fokus di Ansor dulu, baru nanti ke yang lain. Kan tidak harus 2020, wong usia saya masih muda, he.. he..” kelakarnya.

Bukankah yang mendorong maju tidak sedikit, termasuk Hasan Aminuddin? “Banyak dukungan bukan berarti kita harus memaksakan diri. Kita ukur kemampuan kita, ngaca dulu lah,” sergahnya.

“Kalau kata Bu Khofifah kan belum subuh, iya kan? Masih dini hari, masih waktunya ngopi-ngopi, masih banyak waktu untuk melakukan pendekatan dengan banyak teman,” sambungnya.

Di sisi lain, cucu KH Zainuddin Djazuli, pengasuh Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri tersebut menyambut baik keinginan banyak pihak yang memunculkan kalangan muda tampil di hajatan Pilkada.

“Sukses kan tidak harus menunggu tua. Jadi fenomena milenial di Pilkada itu wajar-wajar saja. Bahkan kalau ada kandidat umur 17 tahun dan dianggap layak ya kita doronglah,” pungkasnya. •

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Gus Abid, Ansor Jatim