Gus Hans: Bupati Bojonegoro Jangan One Woman Show!

DIPAKSA MINTA MAAF: Taufik (kanan) dipaksa minta maaf karena mengkritik fasilitas ruang isolasi. | Foto: IST
DIPAKSA MINTA MAAF: Taufik (kanan) dipaksa minta maaf karena mengkritik fasilitas ruang isolasi. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh muda Surabaya, Zahrul Azhar Asumta angkat bicara soal aksi Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah yang memaksa warganya meminta maaf secara terbuka gara-gara mengkritik ruang isolasi Covid-19.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Hans tersebut, Anna seharusnya lebih siap menghadapi semua karakter masyarakat yang dipimpinnya.

“Zaman sekrang letak geografis sudah tidak berbeda signifkan dalam hal karakter dan kekritisan masyarakat, karena akses komunikasi yang melimpah melampaui batas-batas wilayah dan budaya,” katanya, Rabu (22/4/2020).

Jika memang mau mengingatkan, tidak perlu bupati langsung yang turun, tapi bisa manfaatkan jenjang birokrasi dalam menyelesaikan agar tiap permasalahan tidak terlihat one woman show.

“Saya melihat, masih ada ketidakutuhan antara instruksi dari atas dan pelaksana teknis di lapangan,” kata Gus Hans yang juga wakil ketua DPD Partai Golkar Jatim tersebut.

Di sisi lain, Gus Hans memberi masukan bagi para perantau, kejadian tersebut bisa menjadi  pertimbangan untuk berpikir ulang pulang kampung. “Jika bisa ditahan untuk tidak mudik, kayaknnya akan lebih baik,” katanya.

Ruang Minim Fasilitas

Sebelumnya, Anna memaksa warganya yang tengah menjalani isolasi, Taufik agar meminta maaf lantaran mengkritik fasilitas ruang isolasi di Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro yang disiapkan untuk para pemudik guna mencegah penyebaran Covid-19.

Permintaan maaf Taufik disaksikan Anna, Camat Tambakrejo Hari Kristianto, aparat penegak hukum dari TNI dan Polri, serta sejumlah warga.

Taufik melontarkan kritik via rekaman video, karena menilai ruang isolasi yang ditempatinya tak layak. Seperti tak ada tikar atau kasur lantai, makan dan minuman tak disediakan, serta tak ada ruang khusus untuk perempuan.

“Fasilitasnya seperti ini nih, monggo. Saya belum ada kasur, belum ada bantal. Makan pun enggak ada, belum dikasih makan,” keluhnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona