Gus Hans: Airlangga Lebih Bisa Dipercaya Ketimbang Basarah

LEBIH PERCAYA AIRLANGGA: Gus Hans (kanan), tudingan Basarah terhadap Airlangga bentuk keraguan terhadap Saifullah Yusuf-Puti Guntur. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
LEBIH PERCAYA AIRLANGGA: Gus Hans (kanan), tudingan Basarah terhadap Airlangga bentuk keraguan terhadap Saifullah Yusuf-Puti Guntur. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Sekretaris DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah menuding Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengadu domba antara Presiden Jokowi dengan Megawati Soekarnoputri.

Hal itu terkait pernyataan politik Airlangga yang menyebut Jokowi lebih mendukung Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018, karena mantan Menteri Sosial tersebut telah membantu Jokowi memenangi Pilpres 2014. Justru Basrah mengklaim dirinya dan Puti Guntur secara khusus sudah dua kali dipanggil Jokowi.

Bagi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim Bidang Kerohanian, KH Zahrul Azhar As’ad, tudingan Basarah terhadap Airlangga merupakan bentuk dari keraguan terhadap paslon yang diusungnya, Saifullah Yusuf-Puti Guntur.

• Baca: Khofifah Sentil Basarah: Jangan Runtuhkan Wibawa Presiden!

“Sehingga dia harus mati-matian untuk mengatakan kepada masyarakat, terkait dukungan Presiden Jokowi terhadap calon yang didukungnya,” kata kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut, Selasa (23/6) malam.

Gus Hans lebih percaya dengan apa yang disampaikan Airlangga karena posisinya sebagai menteri yang lebih intens berkomunikasi dengan presiden.

“Tidak ada adu domba! Pak Airlangga lebih bisa dipercaya ketimbang Basarah. Saya percaya dengan apa yang disampaikan Pak Airlangga, karena latar belakang Bu Khofifah adalah jubir Pak Jokowi saat Pilpres 2014, sementara Saifullah adalah timsesnya Pak Prabowo,” paparnya.

• Baca: Ketum Golkar: Khofifah Gubernur, Jokowi Dua Periode

Pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang tersebut menambahkan, peta Pilgub Jatim 2018 sudah sangat jelas. “Jangan memburamkan peta yg sudah jelas, masyarakat sudah cerdas melihat sejarah dan track record calon yang didukungnya,” tegasnya.

Seharusnya, tambah Gus Hans, tugas Basarah adalah menumbuhkan kepercayaan diri paslonnya untuk bisa bertahan dan bertanding dengan tegar, serta mengoptimalkan isu-isu tentang potensi yang dimiliki calon diusungnya.

• Baca: Gus Hans: ‘Permainan’ Survei Buruk bagi Dunia Akademik

“Jika itu tidak dilakukan, bisa jadi dia (Basarah) sedang kebingungan untuk mencari potensi-potensi tersebut,” tandas alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang juga Jubir Khofifah-Emil Dardak itu.

Gus Hans juga meminta agar Basarah tidak membenturkan Pilgub Jatim dengan elite politik di Jakarta. “Sekali lagi, saya lebih percaya dengan Pak Airlangga karena posisinya sebagai menteri, pasti komunikasinya lebih intens dengan Pak Jokowi,” tegasnya.