Gus Hans: ‘Permainan’ Survei Buruk bagi Dunia Akademik

JANGAN KORBANKAN UNAIR: Gus Hans, ambisi memenangi Pilgub Jatim jangan sampai mengorbankan institusi ilmiah sekredibel Unair. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
JANGAN KORBANKAN UNAIR: Gus Hans, ambisi memenangi Pilgub Jatim jangan sampai mengorbankan institusi ilmiah sekredibel Unair. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Juru Bicara Khofifah-Emil Dardak, KH Zahrul Azhar As’ad meminta pihak tertentu yang berambisi memenangi Pilgub Jatim 2018 agar tidak melakukan ‘permainan’ hasil survei. Terlebih menyangkut kampus sekredibel Universitas Airlangga (Unair).

“Jika ada permainan dalam hal seperti ini, sungguh sangat buruk bagi dunia akademik,” kata Gus Hans — sapaan akrabnya — saat dimintai komentar terkait hasil survei yang dirilis Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konfilk (Puspek) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair, Rabu (30/5).

Semula, Gus Hans mengaku kaget dengan hasil survei yang dirilis Puspek tersebut. “Yang membuat saya kaget, di antaranya hasil survei tersebut bertolak belakang dengan hasil survei lembaga mainstream yang kredibel,” katanya.

“Kaget berikutnya, lembaga yang dipakai adalah lambaga yang tidak main-main, yaitu Unair,” tambah alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu.

• Baca: Tepis Puspek, Unair Bantah Bikin Survei soal Pilgub Jatim

Bahkan, Gus Hans sudah mengucapkan selamat melalui beberapa grup aplikasi chatting WhatsApp (WA) kepada pihak ‘sabelah’ terkait capaian hasil survei tersebut atas dasar husnudzon (prasangka baik) karena nama besar Unair.

“Tapi kok ternyata ada bantahan dari pihak rektor atas survei tersebut. Jangan-jangan survei sebelumnya yang juga dikeluarkan pihak perguruan tinggi negeri beberapa hari lalu (LKP3 FIA Universitas Brawijaya Malang, red) juga bermasalah?” katanya.

Karena itu, pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang tersebut meminta semua pihak untuk menahan diri, terlebih saat ini bulan suci Ramadhan.

“Mestinya ambisi untuk menang tidak harus mengorbankan institusi ilmiah, apalagi itu milik negara dan saat ini dalam suasana bulan suci Ramadhan. Bukankah inti puasa itu pengendalian diri?” tandasnya.