Gerak Cepat! Bupati Gresik Waspadai Stunting Usai Pandemi

GERAK CEPAT: Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, gerakcepat antisipasi stunting pasca pandemi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
GERAK CEPAT: Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, gerakcepat antisipasi stunting pasca pandemi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

GRESIK, Barometerjatim.com – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani selangkah lebih maju. Begitu sukses menekan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level 1, dia langsung melakukan antisipasi penyakit yang timbul pasca pandemi Covid-19.

“Gresik sudah bisa menekan di angka level 1, maka sudah saatnya kita memikirkan dampak-dampak yang lain, contonya kasus stunting,” katanya usai meninjau Gerakan Vaksinasi untuk Santri oleh Lantamal V Surabaya di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Karimi Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Gresik, Selasa (14/9/2021).

“Kasus stunting ini menjadi indikator keberhasilan suatu daerah, maka ini juga perlu diperhatikan,” tandas bupati muda (36 tahun) yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Karena itu, Gus Yani akan membangunkan, menghidupkan kembali Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan tenaga bidan atau anak muda Gresik yang lulus keperawatan.

Gercep Gus Yani mendapat apresiasi dari Pemerhati Kesehatan Masyarakat, Zahrul Azhar Asumta M.Kes alias Gus Hans. Menurutnya, dengan menghidupkan Posyandu selain untuk memasifkan vaksinasi juga berfungsi mengantisipasi stunting pasca pandemi.

“Logikanya, dengan pandemi, proses pernikahan dan regenerasi terus berjalan sementara ekonomi mereka kan tidak kuat,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

“Maka dikhawatirkan saat pandemi ini, pasangan muda tidak optimal dalam memberikan gizi yang baik pada saat hamil maupun kepada bayi mereka. Nah, ini bisa mengakibatkan stunting,” sambungnya.

Kalau adanya Posyandu, tandas Gus Hans, mereka diharapkan tertangani lebih cepat daripada tidak ada Posyandu.

» Baca Berita Terkait Pandemi Covid-19