Senin, 05 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Eri Cahyadi: Tantangan Pemkot Surabaya, Ketika Hujan Tak Ada Genangan!

Berita Terkait

SIDAK GENANGAN: Eri Cahyadi saat sidak genangan banjir di kawasan Pasar Turi. | Foto: Barometerjatim.com/IST/DOK
SIDAK GENANGAN: Eri Cahyadi saat sidak genangan banjir di kawasan Pasar Turi. | Foto: Barometerjatim.com/IST/DOK
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya telah memetakan sejumlah permasalahan genangan yang terjadi di tengah kota saat hujan deras turun. Pemetaan dilakukan untuk memastikan langkah penyelesaian genangan berjalan efektif dan efisien.

Karena itu, setiap hujan deras turun, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi selalu berkeliling untuk mengecek langsung wilayah yang mengalami genangan. Hal itu dilakukannya, sekaligus untuk memetakan dan mencari solusi penyebab genangan.

“Karena saya inginnya tidak ada genangan sama sekali pada waktu hujan. Dengan begini (mengecek langsung) kita tahu akan bagaimana,” kata Eri, Minggu (6/3/2022).

Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu kembali menegaskan, bahwa pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkot saat ini adalah bagaimana ketika hujan turun tidak ada genangan.

“Yang selalu saya sampaikan ke teman-teman, tantangan kita adalah ketika hujan tidak ada genangan. Karena kalau hujan turun ada genangan, ketika hujan reda surut, itu biasa,” tegasnya.

Di waktu terpisah, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Eko Juli Prasetya mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan skema untuk mengatasi genangan di pusat kota atau di kawasan Taman Apsari Surabaya. Yakni dengan membuat saluran di Jalan Embong Kenongo yang langsung menuju ke Sungai Kalimas.

“Untuk menyelesaikan genangan di pusat kota, kita siapkan sodetan (saluran) menuju Sungai Kalimas. Pengerjaannya melalui lelang, dengan estimasi sekitar lima bulan rampung,” katanya.

Eko menyebut, genangan yang pernah terjadi di pusat kota disebabkan karena pompa yang berada di sisi timur gedung negara Grahadi tidak mampu menampung derasnya aliran air saat hujan. Apalagi, pompa di Grahadi hanya terdapat satu unit dengan kapasitas tiga meter kubik.

“Kalau untuk menambah pompa di Grahadi kan tidak mungkin, karena lokasinya juga itu sempit. Sehingga kita pecah aliran air itu dengan membuat saluran menuju Sungai Kalimas,” jelasnya.

Menurutnya, saluran yang disiapkan di Jalan Embong Kenongo akan berfungsi untuk mengalirkan air dari kawasan Jalan Panglima Sudirman. Sedangkan aliran air yang dari Jalan Basuki Rahmat, akan dialirkan menuju Rumah Pompa Kenari.

“Jadi untuk mengatasi genangan di Jalan Basuki Rahmat itu, kita juga buatkan crossing saluran di depan Hotel Inna Simpang. Kita buatkan crossing yang nanti langsung masuk ke Pompa Kenari,” terangnya.

Selain di pusat kota, Eko menyebut, saat ini yang menjadi salah satu program prioritas penyelesaian genangan juga dilakukan Pemkot yakni di kawasan Jalan Dharmahusada. Untuk mengatasi genangan di kawasan itu, pihaknya akan menambah kapasitas di rumah Pompa Kalidami.

“Kita tambahkan pompa banjir. Kalau eksistingnya itu sudah ada, tapi pompa lama. Makanya kita tambahi dengan pompa banjir untuk mengcover kawasan Dharmahusada,” pungkasnya.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -