Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Hebat! Surabaya Satu-satunya Daerah di Jatim yang Capai Kemandirian Fiskal

Berita Terkait

KEMANDIRIAN FISKAL: Surabaya, satu-satunya daerah di Jatim yang telah mencapai kemandirian fiskal. | Foto: IST
KEMANDIRIAN FISKAL: Surabaya, satu-satunya daerah di Jatim yang telah mencapai kemandirian fiskal. | Foto: IST
- Advertisement -

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Luar biasa Surabaya. Kota yang dipimpin Eri Cahyadi itu tercatat sebagai satu-satunya daerah di Jatim yang telah mencapai kemandirian fiskal.

Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, capaian tersebut sangat luar biasa karena dari evaluasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada 2020 hanya ada dua persen Pemda di Indonesia yang masuk kategori mandiri fiskal.

“Sedangkan 443 dari 503 Pemda belum dapat disebut mandiri,” kata Khofifah dalam forum Komunikasi Stakeholders bertema “Peran BPK RI Dalam Mendorong Kemandirian Fiskal di Daerah” di BPK Jatim, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (22/2/2021).

Di Jatim, lanjut Khofifah, saat ini  tercatat empat daerah menuju mandiri yakni Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, dan Kabupaten Mojokerto.

Alhamdulillah, di Jatim kita sudah punya role model sendiri, yakni Pemprov Jatim dan Kota Surabaya. Saya sangat mengapresiasi capaian ini. Sedangkan untuk kabupaten/kota lain bisa langsung mencontoh dari apa yang Pemkot Surabaya lakukan,” tutupnya.

Nah, agar kemandirian fiskal terwujud, Khofifah meminta kabupaten/kota di Jatim untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kepala daerah harus terus mencari terobosan, inovasi, kreasi, supaya pendapatannya naik. Yang penting aturannya jelas dan tidak melenceng dari ketentuan,” katanya.

Menurut Khofifah, ini penting mengingat kemandirian fiskal akan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk mandiri mengelola daerahnya sesuai dengan keadaan dan kondisi di wilayah masing-masing.

Sementara itu Anggota BPK RI, Nyoman Adhi Suryadnyana mengatakan salah satu faktor yang membuat kemandirian fiskal daerah menjadi sulit karena pajak yang masih tersentralisasi di pusat. Meski demikian, dia optimis jika hal tersebut masih dapat dicapai dengan inovasi penggunaan PAD.

“Memang tak bisa dipungkiri bahwa baik di daerah maupun di pusat, masih banyak hal yang bisa ditingkatkan terkait proses jalannya kemandirian fiskal ini,” kata Nyoman Adhi.

“Tapi kalau kita senantiasa berinovasi dengan terus dilandasi regulasi yang tepat, saya yakin dalam beberapa tahun yang akan datang kita bisa melihat perubahan yang cukup fundamental,” imbuhnya.

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Radit Delta.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -