Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Eri Cahyadi Minta Pelajar Surabaya Tak Ikut Demo Mahasiswa 14 April: Gurung Wayahe!

Berita Terkait

FOKUS BELAJAR: Eri Cahyadi, minta pelajar Surabaya tak ikut demo mahasiswa Kamis (14/4/2022). | Foto: Barometerjatim.com/IST
FOKUS BELAJAR: Eri Cahyadi, minta pelajar Surabaya tak ikut demo mahasiswa Kamis (14/4/2022). | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Setelah Jakarta, Kamis (14/4/2022) besok giliran mahasiswa Surabaya menggelar aksi demonstrasi benar-besaran. Sejumlah aspirasi akan disuarakan, di antaranya menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berharap pelajar SMP dan SMA/SMK tidak terlibat aksi demonstrasi. Para pelajar Surabaya diharapkan tetap fokus menyelesaikan pendidikan di sekolah.

“Kami berharap untuk seluruh sekolah, baik SMP dan SMA agar memberikan pengertian kepada siswa. Ayo iki gurung wayahe (Ayo ini belum waktunya). Sehingga bagaimana kita mengajak anak untuk tidak ikut turun, sebab belum menjadi bagiannya,” katanya di Balai Kota Surabaya, Selasa (12/4/2022).

Selain itu, Eri berpesan kepada perguruan tinggi di Surabaya agar dapat berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Intinya diminta turut mengimbau kepada mahasiswa, agar ketika menyuarakan pendapat di muka umum tetap mengedepankan cara-cara yang santun dan tidak anarkis.

“Kami titip kepada seluruh kampus untuk bisa berkolaborasi dengan BEM. Apa fungsinya? Tolong sampaikan pendapat dengan santun. Silakan turun namun jaga kotanya. Jangan sampai merusak kota sehingga masyarakat merasa tidak nyaman,” pintanya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menuturkan, bagaimanapun kenyamanan dan ketertiban Surabaya harus terus dijaga. Terlebih saat ini bulan suci Ramadhan.

“Kota ini harus dijaga bersama, apalagi puasa. Gerakan mahasiswa itu wajar, dari dulu sudah ada gerakan mahasiswa. Memang untuk menyerukan, tapi tolong pelajar jangan ikut-ikutan,” imbaunya.

Menyuarakan pendapat di muka umum, tandas Eri, diatur dalam undang-undang. Namun, sekali lagi, jangan sampai kebebasan perpendapat justru disalahgunakan dengan aksi anarkis yang dapat merugikan masyarakat, diri sendiri, dan keluarga.

“Mahasiswa juga jangan merusak atau anarkis. Jangan sampai niat baik mahasiswa ini ditunggangi oleh seseorang atau kelompok tertentu,” pungkasnya.

» Baca berita terkait Car Free Day. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -