Ekspansi ke AS, Crown Group Garap Kondominium Rp 8 Triliun

EKSPANSI KE AS: Iwan Sunito, Crown Group ekspansi bisnis ke AS garap proyek Rp 8 triliun. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG
EKSPANSI BISNIS: Iwan Sunito, Crown Group ekspansi ke AS garap proyek Rp 8 triliun. | Foto: Barometerjatim.com/NATHA LINTANG

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di tengah pandemi Corona (Covid 19), perusahaan properti asal Australia, Crown Group siap mengekspansi Amerika Serikat (AS) dengan proyek mixed-use kondominium dan hotel bintang empat bergaya milenial.

Launching-nya masih 2025,” cetus CEO Crown Group, Iwan Sunito dalam keterangan persnya via aplikasi zoom, Kamis (23/4/2020).

Di Negeri Paman Sam, Crown Group akan mengembangkan perusahaannya di pusat Kota Los Angles (LA), tepatnya di South Hill dan 11th Street yang merupakan distrik keuangan, mode dan south park.

Di distrik ini, kata Iwan, Crown Group akan membangun Sky Trees (kondominium dan hotel) 43 lantai dengan 319 unit kondominium dan 175 unit kamar hotel senilai Rp 8 triliun.

Iwan yakin, meski kali pertama mencoba ‘peruntungan’ di AS, proyek yang diarsiteki Koichi Takada bakal sukses.

Sebab, kata pria kelahiran Surabaya ini, “Potensi ekonomi di USA sangat besar. LA telah mengalami transformasi ekonomi signifikan selama satu dekade terakhir, LA tiga besar ekonominya di USA.”

Buktinya, ekspansi LA Live, Warner Music dan pembangunan kantor Spotify, peritel utama seperti Apple, Vans dan Paul Smith juga meluncurkan toko-toko utama mereka di sana.

Sayang, kata Iwan, energi baru tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan yang sangat tinggi di LA, khususnya serbuan pasar dari Asia seperti China, Korea dan Indonesia.

“Orang-orang Asia banyak yang menyekolahkan anak-anaknya di sana (LA). Dari China ada 200 ribu orang, Indonesia 10 ribu orang pertahun.”

Apalagi, kata Iwan, orang Indonesia yang sekolah di LA. “Orang Indonesia itu, lihat-lihat langsung beli meski harganya mahal,” ungkapnya.

Iwan kembali menyatakan optimistisnya. Dari 10 ribu orang Indonesia yang belajar di LA, dia yakin 5-10 persen bisa dijaring.

“Pasar kita lokal dan Asia ya, orang Indonesia, biasanya tiga tahun sebelumnya mereka bersiap-siap. Ya tidak semua (10 ribu orang) beli, tapi 5 sampai 10 persen bisa kita dapat,” tuntasnya yakin.

Diawali Beli Lahan di LA

Sekadar informasi, proyek Crown Group ini diawali dengan pembelian lahan di sudut tenggara South Hill dan 11th Street di pusat Kota LA pada November 2019 lalu.

Selanjutnya, di tengah badai pandemi Covid 19, Crown Group mengambil langkah cepat dengan mengajukan proses perizinan ke LA City Hall untuk proyek mixed use.

Proyek Sky Trees 43 lantai ini, dijawalkan selesai 2024 dan akan di-launching pada 2025.

Kondominium Sky Trees dibanderol 13.000 dolar AS per meter perseginya, ukuran sekitar 45 meter persegi dijual Rp 10 miliar dan 150 meter persegi dilepas Rp 35 miliar.

» Baca Berita Terkait Properti