Ditantang Ngaji, Ternyata Eri Cahyadi Terbiasa Baca Al Qur’an

DUKUNGAN DERAS: Eri Cahyadi, mendapat dukungan dari para guru ngaji TPA/TPQ dan Khatmil Qur'an. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DUKUNGAN DERAS: Eri Cahyadi, mendapat dukungan dari para guru ngaji TPA/TPQ dan Khatmil Qur’an. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rupanya Eri Cahyadi adalah santri yang birokrat. Saat ditantang ngaji, tak sekadar fasih tapi suaranya juga merdu. Hal itu membuktikan kalau calon wali kota Surabaya nomor urut satu tersebut terbiasa membaca Al Qur’an.

Pemandangan itu telihat saat acara deklarasi dukungan dari para guru ngaji TPA/TPQ dan Khatmil Qur’an untuk Eri-Armuji yang digelar di kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya, Kamis (15/10/2020).

Awal mula Eri membaca Al Qur’an setelah sebelumnya ada beberapa peserta deklarasi dan khatmil Quran yang memintanya untuk mengaji. Sepertinya mereka sengaja mengetes kemampuan Eri yang tercatat masih keluarga besar pesantren di Sidosermo.

Setelah diminta ngaji, mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu pun langsung membaca beberapa ayat dalam surat Al Baqarah. Dengan tenang, khusuk, dan tartil, Eri melantunkan bacaan Al Qur’an.

Salah seorang peserta deklarasi, Ustadz H Muhaimin Al Hafidz memuji kefasihan Eri dalam membaca ayat-ayat suci Al Qur’an.

“Saya sempat tergetar mendengarkan Mas Eri membaca Al Qur’an tadi, sangat bagus,” kata pria yang juga kepala TPQ Haromain, Kendalsari, Rungkut, Surabaya tersebut.

Menurut Muhaimin, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan seseorang dalam agama bisa dilihat dari caranya membaca Al Qur’an. Jika saat membaca sangat bagus, berati kemampuan dan pengetahuan agamanya bagus. Begitu juga sebaliknya.

“Saya doakan Mas Eri bisa menjadi wali kota Surabaya, meneruskan kebaikan-kebaikan kepemimpinan Bu Risma (Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini). Kebaikan-kebaikan jika diteruskan, pasti akan menghasilkan yang lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu Eri menuturkan, kala dirinya sedang mengalami masalah ada tiga hal yang dilakukan. Pertama, membaca Al Qur’an dan menggelar khatmil Qur’an. Kedua, memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu. Ketiga, meminta doa ibunya.

“Di rumah saya setiap Kamis setelah shalat subuh selalu menggelar acara khatmil Qur’an. Saya sudah merasakan bagaimana dahsyatnya mukjizat Al Qur’an ini,” katanya.

“Nantinya saya juga berharap acara khatmil Quran digelar di kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya secara rutin, bisa setiap minggu,” tuntas Eri.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya