Diprotes! Dikritik! Akhirnya Foto Comotan di IG Machfud Dihapus

DIHAPUS: Unggahan foto editan di akun Instagram Machfud Arifin yang diprotes, kini sudah dihapus. | Foto: Instagram
DIHAPUS: Unggahan foto editan di akun Instagram Machfud Arifin yang diprotes, kini sudah dihapus. | Foto: Instagram

SURABAYA, Barometerjatim.com – Usai diprotes, dikritik, dan viral di WAG (WhatsApp Group), foto comotan yang terpasang di akun Instagram (IG) Calon Wali Kota (Cawali) Surabaya, Machfud Arifin @cak.machfudarifin akhirnya dicopot.

Seperti ramai diberitakan, akun @cak.machfudarifin mengunggah dua foto editan pada pada 13 Maret dan 19 Maret 2020. Foto memajang deretan penari tradisional yang diperagakan sejumlah pelajar di Kota Pahlawan.

Namun postingan tersebut menuai protes dari salah seorang penari, lantaran dicomot untuk kepentingan politik di Pilwali Surabaya 2020. Padahal tim Machfud sama sekali tak pernah minta izin.

Selain soal izin, para pelajar penari juga mempermasalahkan gambar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma yang berada di tengah-tengah mereka dibuang (crop) begitu saja.

Tak hanya diprotes pelajar penari, Wakil Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya, Marina Lipesik juga ikut mengkritik ulah tak profesional tim Machfud.

Nah, setelah ramai diberitakan, dari pantauan pada pukul 19.00 WIB, unggahan kedua foto editan hasil main comot itu tidak lagi ditemukan akun IG @cak.machfudarifin.

Sementara itu, Ketua Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi DPC Taruna Merah Putih (TMP) Surabaya, Kitaro Desmonda berharap insiden yang merugiakan pihak lain ini tak terulang kembali.

Sebagai organisasi berbasis anak muda, TMP merasa risau dengan praktik asal comot karya intelektual yang dilakukan di media sosial kandidat calon di Pilkada.

”Kami sangat menyayangkan penggunaan foto, yang bahkan diedit di media sosial Pak Machfud Arifin tanpa meminta izin,” ujar Kitaro, Selasa (13/10/2020).

Apalagi, foto tersebut juga sengaja diedit dengan menghilangkan gambar Wali Kota Risma yang ada di tengah-tengah para penari, kemudian digunakan untuk material kampanye.

“Maka wajar dong jika para penari yang ada di foto tersebut melakukan protes,” tandas aktivis muda tersebut.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya