Darurat Bencana, PWNU Gelar Istighotsah Kubro di Hari Santri

SEJUTA UMAT: Gus Reza Ahmad Zahid, sejuta umat akan menghadiri istighotsah kubro yang digelar PWNU Jatim di Sidoarjo, Minggu (21/10). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
ISTIGHOTSAH KUBRO: Gus Reza Ahmad Zahid, sejuta umat akan menghadiri istighotsah kubro yang digelar PWNU Jatim di Sidoarjo, Minggu (21/10). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejuta umat akan berkumpul di GOR Delta Sidoarjo, Minggu, 21 Oktober 2018. Mereka hadir untuk mengikuti istighotsah kubro yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.

Acara ini merupakan puncak dari peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 di tengah bencana alam yang datang bertubi-tubi. Presiden yang juga Capres Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan hadir bersama Cawapres pasangannya, KH Ma’ruf Amin.

“Ekspektasi kami satu juta umat yang hadir. Sebelum istighotsah kubro, acara didahului dengan kirab santri yang dijadwalkan dipimpin Pak Jokowi,” terang Ketua Panitia HSN 2018 PWNU Jatim, Gus Reza Ahmad Zahid saat konferensi pers di kantor PWNU Jatim, Kamis (11/10).

• Baca: Konfercab PCNU Lamongan, Kiai Marzuki Cium Merah Putih

Kirab santri dimulai pukul 05.50 WIB dari Alun-Alun Sidoarjo menuju GOR Delta. Sedangkan istighotsah kubro dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan rentetan acara berakhir pukul 10.00 WIB.

“Presiden nanti juga akan memberikan sambutan, juga Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), serta orientasi ilmiah oleh Kiai Ma’ruf Amin,” jalas Reza.

Acara akan dipungkasi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa yang dipimpin sembilan kiai khos. Mereka yakni KH Zainuddin Djazuli (Kediri), KH Nurul Huda Djazuli (Kediri) dan KH Ma’ruf Amin (Jakarta).

• Baca: Gus Ipul: PWNU Jatim Perlu Kerja Sama dengan Bu Khofifah

Lalu KH Nawawi Abdul Jalil (Pasuruan), KH Miftachul Akhyar (Surabaya), KH Anwar Manshur (Kediri), KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Agoes Al Mashuri (Sidoarjo) serta KH Kholil As’ad Syamsul Arifin (Situbondo).

Reza menuturkan, istighotsah kubro digelar untuk mengetuk ‘pintu langit’, mengambil berkah dari Allah Swt dengan ijabahnya doa agar bangsa Indonesia dijauhkan dari segala musibah.

“Kita tahu sendiri bertubi-tubi datang musibah, mulai dari Lombok, Donggal, Palu dan yang terbaru di Situbondo. Kita berharap istighotsah ini bisa menjadi doa untuk mereka. Jauhkan dari musibah, kemudian yang kena musibah diberi kesabaran,” paparnya.

Pererat Persatuan

JELANG ISTIGHOTSAH AKBAR: Konferensi pers di kantor PWNU Jatim, Kamis (11/10), jelang istighotsah akbar yang akan digelar di Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
JELANG ISTIGHOTSAH AKBAR: Konferensi pers di kantor PWNU Jatim, Kamis (11/10), jelang istighotsah akbar yang akan digelar di Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Selain itu, lanjut Reza, istighotsah kubro ini diharapkan jadi moment memotivasi untuk lebih mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. “Makanya tema yang kita angkat adalah istighotsah kubro untuk keselamatan dan persatuan bangsa,” terangnya.

Terlebih, selain bencana alam, saat ini Indonesia sedang diuji dengan berbagai hal yang memecah belah persatuan, termasuk berita hoax. “Ayo kita kembali lagi pada khitthah persatuan bangsa Indonesia,” ajaknya.

• Baca: Ketua PWNU Jatim: Saya Tak Akan Pakai NU untuk Politik

Reza menambahkan, meski konteksnya peringatan HSN, acara ini tidak dikhususkan untuk para santri tapi masyarakat umum juga dipersilakan bergabung. “Pemkab Sidoarjo juga akan menggerakkan masyarakatnya mulai kabupaten sampai RT,” katanya.