Konfercab PCNU Lamongan, Kiai Marzuki Cium Merah Putih

CIUM MERAH PUTIH: KH Marzuki Mustamar mencium bendera merah putih saat pelantikan PWNU Jatim (kiri) dan saat pembukaan Konfercab PWNU Lamongan, Rabu 10/10). | Foto: IST/Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
CIUM MERAH PUTIH: KH Marzuki mencium bendera merah putih di pelantikan PWNU Jatim (kiri) dan pembukaan Konfercab PWNU Lamongan (kanan). | Foto: IST/Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Ada moment menarik saat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuki Mustamar membuka Konferensi Cabang (Konfercab) XIII PCNU Lamongan di MI Murni Sunan Drajat Lamongan, Rabu (10/10).

Sesaat sebelum mengakhiri sambutannya dan sebelum memukul bedug tanda Konfercab resmi dibuka, Kiai Marzuki mendadak turun dari podium dan mencium bendera merah putih di belakangnya.

Sebelumnya, moment serupa juga terlihat saat acara pelantikan PWNU Jatim masa khidmat 2018-2023 di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma’arif, Jombang, 18 September 2018.

• Baca: Soekarwo Tak Hadiri Acara PWNU, Ini Pandangan Gus Hans

Sementara dalam sambutannya saat membuka Konfercab PCNU Lamongan, Kiai Marzuki meminta Nahdliyin ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar amaliah Ahlussunnah wal Jamaah tetap bisa siar secara besar-besaran.

“Hanya di Indonesia telah nyata, amaliah Ahlussunnah wal Jamaah bisa digelar besar-besaran. Bagi yang senang dan berkepentingan amaliahnya tetap lancar, maka harus ikut menjaga NKRI,” pintanya.

Waspadai Polarisasi

TAUSHIYAH: KH Marzuki Mustamar memberikan taushiyah saat pembukaan Konfercab PWNU Lamongan, Rabu 10/10). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
TAUSHIYAH: KH Marzuki Mustamar memberikan taushiyah saat pembukaan Konfercab PWNU Lamongan, Rabu 10/10). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

Tak hanya itu, warga NU juga diminta mewaspadai adanya polarisasi perpecahan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang mengatasnamakan Ahlussunnah wal Jamaah. Jika sudah terpecah akan mudah diadu domba pihak lain.

“Jangan didukung gerakan NKRI thoghut, Pancasila thoghut, meski ngakunya Ahlussunnah wal Jamaah, karena itu semua targetnya adalah pecahnya Ahlussunnah wal Jamaah,” paparnya.

• Baca: Di Pelantikan PWNU, Gus Ipul Sebut Ada yang ‘Khianati’ Kiai

Selain itu, menurut Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Malang tersebut, pentingnya menjadi warga NU agar sanad amaliahnya tersambung sampai Rasulullah Saw dan ajaran Islam utuh sesuai Al Qur’an dan sunnah.

Nderek (ikut) NU itu penting, dalam rangka menjaga keutuhan Al Quran dan sunnah. Tidak ditambahi tidak dikurangi, juga sanadnya tersambung,” terangnya.