Ketua PWNU Jatim: Saya Tak Akan Pakai NU untuk Politik

TAK AKAN BERPOLITIK: Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar, tak akan gunakan lembaga NU untuk politik. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
TAK AKAN MANFAATKAN NU: Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar, tak akan gunakan lembaga NU untuk politik. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuki Mustamar menegaskan dirinya tidak akan menggunakan lembaga NU yang dipimpinnya untuk kepentingan politik.

“Yakinlah! Saya enggak akan bikin surat berkop PWNU, memerintah PC-PC (cabang) dan ranting untuk melakukan pilihan politik. Nggak akan kami lakukan,” katanya.

Penegasan itu disampaikan Kiai Marzuki, saat ditanya wartawan soal sikap PWNU Jatim di Pilpres 2019, usai menghadiri pelantikan pengurus PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim di Sidoarjo, Minggu (12/8).

• Baca: Ketua PWNU Jatim: Tak Masalah Sedikit Nyimpang dari Khitthah

“Perkara ada santri yang itu alumni (misalnya) Lirboyo, Ploso, Sidogori, dan dia ngomong kepada muridnya, jamaahnya, monggo nderek Mbah Kiai (mari ikut kiai), itu kewajibannya,” tambahnya.

Belajar dari Pilgub Jatim lalu, bukankah NU masih ‘ribut’ soal dukung-mendukung pasangan calon?

“Ribut itu karena ada yang enggak jujur, kadang karena memberikan hoax-hoax. Kita sudah wanti-wanti enggak usah menyebar aib orang, ini muslim ini muslim,” sergahnya.

• Baca: Gus Sholah-Ketua PWNU Jatim Tunjukkan Politik Sejati NU

Lantaran disebar aibnya, tambah Kiai Marzuki, apalagi aib masa lalu yang disebar, akhirnya orang non muslim menjadi tahu aib orang Islam dan itu tidak baik.

“Jadi ramai itu pakai begitu-begitu. Coba pakai jujur-jujuran, enggak akan ramai-ramai. Kayak pilihan ketua PWNU Jatim (Konferwil di Lirboyo, Kediri), kan enggak ramai blas (sama sekali),” tandasnya.