Dana Desa, Khofifah Harap Tahap I Rp 3,061 T Cepat Cair!

DANA DESA: Khofifah saat Raker percepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DANA DESA: Khofifah saat Raker percepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berharap dana desa tahap pertama tahun ini sebesar Rp 3,061 trilliun (40 persen) — dari total Rp 7,654 trilliun untuk 7,724 desa di Jatim — segera dicairkan.

Terlebih efek trade war antara Amerika Serikat (AS) dan China memengaruhi pertumbuhan ekonomi, ditambah lagi efek virus Corona. Belum lagi prediksi terhadap pertumbuhan ekonomi juga dikoreksi Bank Dunia, dan secara nasional juga terkoreksi.

“Karena itu, salah satu cara supaya daya tahan daya beli masyarakat bisa terjaga, kita berharap ada percepatan pencairan dana desa tahap satu,” kata Khofifah.

Harapan Khofifah tersebut disampaikan saat rapat kerja percepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa 2020 di JX International Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Rapat kerja dihadiri seluruh kepala desa, camat, hingga kepala daerah se-Jatim. Hadir pula Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tumpak Haposan Simanjuntak untuk memberikan pengarahan khusus.

Prioritas penggunaan dana desa, lanjut Khofifah, yakni cash for work atau padat karya tunai. Sehingga para kepala desa dalam menggunakannya, tetap memegang asas prioritas untuk memberikan upah tunai pada masyarakat yang terlibat dalam pembangunan desa.

Selain itu, Pemprov juga sudah membuat surat edaran gubernur. Isinya, Pemprov ingin agar dana desa dipakai untuk program yang bisa menurunkan kemiskinan di perdesaan.

Terutama karena secara nasional maupun secara regional Jatim, kemiskinan di perdesaan memang hampir dua kali lipat dari kemiskinan di perkotaan. Di Jatim bahkan lebih dari dua kali lipat kemiskinan di perkotaan.

Dari survei September yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan bahwa saat ini kemiskinan di perdesaan di Jatim masih 14,16 persen.

“Kemiskinan di perkotaan 6,77 persen. Jadi rata-rata kemiskinan Jatim masih 10,20 persen,” beber gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Karena itu, Khofifah berharap ketimpangan kota dan desa yang berdampak pada kemiskinan di desa juga menjadi perhatian dan fokus seluruh kepala desa,  yang akan menggunakan dana desa tahap pertama ini.

» Baca Berita Terkait Dana Desa