Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Cerita Risma 10 Tahun Tahan Diri Tak Naik Haji saat Jadi Wali Kota Surabaya

Berita Terkait

CERITA RISMA: Mensos Tri Rismaharini dan Gus Hans dalam perbincangan hangat di Makkah. | Foto: Capture Video/Dok Gus Hans
CERITA RISMA: Mensos Tri Rismaharini dan Gus Hans dalam perbincangan hangat di Makkah. | Foto: Capture Video/Dok Gus Hans
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Menteri Sosial, Tri Rismaharani alias Risma menguak cerita kalau dirinya harus menahan selama 10 tahun untuk pergi ibadah haji dan baru terlaksana tahun ini.

Hal itu dituturkan Risma pada Petugas Haji Indonesia di Arab Saudi, KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans saat keduanya bertemu di Makkah yang rekaman videonya didapat Barometerjatim.com, Kamis (7/7/2022).

Mengapa tidak naik haji, bukankah mudah saja bagi pejabat apalagi sekelas wali kota?

“Saya terus terang memang niatnya (ibadah haji) sebelumnya sudah beberapa tahun yang lalu, tapi guru ngaji saya sampaikan: Kamu ndak boleh untuk kepentingan pribadi selama kamu menjadi wali kota,” kata Risma.

“Jadi 10 tahun saya nahan enggak lakukan haji, meskipun sebetulnya sudah janjian sama suami saya. Jadi baru kali ini, nah kebetulan kemarin belum selesai wali kota saya sudah diminta jadi menteri,” sambungnya.

Namun niat haji, lanjut Risma, memang kesabaran kita harus diuji, termasuk bertemu umat Islam dari seluruh dunia yang memiliki perbedaan kultur dan sebagainya. “Dan harus siap,” tandasnya.

Nah, kesabaran Risma menahan diri tak berangkat haji selama menjabat Wali Kota Surabaya dan memanfaatkannya untuk menabung justru berbuah manis, lantaran kini bisa melaksankan haji bersama keluarganya.

“Dulu awalnya kan saya ingin berangkat sendiri tapi diingatkan enggak boleh karena harus perhatikan warga, saya enggak berangkat. Alhamdulillah kemudian saya nabung, makin lama saya bisa berangkat sama anak-anak saya, lengkap sama keluarga,” ucapnya.

Satu lagi yang patut ditiru, kepergian Risma ke Tanah Suci juga seperti jamaah kebanyakan alias tidak memanfaatkan jebatannya sebagai menteri untuk ‘ngerepoti’ Konjen.

Bahkan di Makkah juga sama dengan jamaah lainnya, ikut antre makan, nunggu gantian kursi, bahkan sempat didorong askar — sebutan untuk polisi di Masjidil Haram — yang terkenal galak.

» Baca berita terkait Haji. Baca juga tulisan terukur Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -