Cegah Banjir! Khofifah: Jatim Butuh 5 Sudetan Bengawan Solo

Khofifah tinjau desa di Madiun yang diterjang banjir. | Foto: Barometerjatim.com/retna mahya
Khofifah tinjau desa di Madiun yang diterjang banjir. | Foto: Barometerjatim.com/retna mahya

NGAWI, Barometerjatim.com – Finalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jatim menjadi salah satu antisipasi banjir yang tengah dilakukan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

RTRW tersebut penting, agar Pemprov Jatim bisa menyiapkan kabupaten mana saja yang bisa menyediakan lahan untuk sudetan sungai Bengawan Solo.

“Sesuai pemetaan sudetan Bengawan Solo idealnya lima, namun sekarang baru ada dua di Bojonegoro dan Sedayu Lawas Lamongan, sehingga dibutuhkan tiga sudetan lagi,” tuturnya di sela meninjau daerah terdampak banjir di Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Kamis (7/3/2019).

Selain sudetan, lanjut Khofifah, perawatan embung yang sudah ada harus menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah dan masyarakat. Hal ini perlu menjadi perhatian, karena memiliki manfaat cukup besar yakni sebagai penampungan air ketika hujan dan sumber air ketika kemarau.

“Di Jatim ada sekitar 416 desa yang berpotensi kekeringan saat musim kemarau dan banjir saat musim hujan, maka diperlukan embung untuk bisa menyimpan dan memanfaatkan air,” urainya.

Khofifah menambahkan, biopori juga menjadi penting dalam hal antisipasi saat musim hujan maupun kemarau, sehingga setiap bangunan memiliki serapan-serapan air yang baik.

Sedangkan di sisi petani akan dilakukan penyisiran untuk pemberian asuransi, sehingga saat terjadi banjir dan gagal panen petani tetap terkonversi oleh asuransi.

“Asuransi dibutuhkan petani agar mereka tetap punya harapan, bahwa ada yang dijaminkan saat terjadi gagal panen,” terang gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Bencana Alam