Bupati Nganjuk Terjaring OTT KPK, PKB Jatim: Dia Kader PDIP!

BANTAH KADER PKB: Anik Maslachah sebut Novi Rahman Hidayat bukan kader PKB, tapi PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BANTAH KADER PKB: Anik Maslachah sebut Novi Rahman Hidayat bukan kader PKB, tapi PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim membantah kalau Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan kadernya.

Novi disebut-sebut sebagai kader PKB, lantaran dalam Wikipedia tertulis sebagai wakil ketua DPW PKB Jatim 2021-2026. Bersama PDIP (11) dan Hanura (5), PKB (6 kursi) juga pengusung Novi-Marhaen Djumadi di Pilbup Nganjuk 2018.

“Tidak ada nama Novi dalam struktur kepengurusan DPW PKB Jatim,” bantah Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslachah kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Justru Anik menyebut Novi sebagai kader PDIP, berdasarkan pengakuannya dalam video saat acara PDIP Kabupaten Nganjuk dan tersebar di media sosial.

“Keberadaan Novi sebagai kader PDIP kita ketahui dari pengakuan Novi sendiri, dalam pidato dia di forum resmi PDIP Nganjuk yang beredar luas di media sosial,” kata Anik sambil menunjukkan video yang dimaksud.

Kendati demikian, Anik yang juga wakil ketua DPRD Jaitm mengakui kalau Novi pernah mengajukan diri sebagai kader PKB namun tidak diakomodir.

“Novi memang pernah mengharap masuk dalam kepengurusan DPW PKB. Tetapi tidak diakomodir, karena dia sebagai kader PDIP dan kita menghargai pilihannya sebagai kader PDIP. Karenanya dia bukan kader PKB,” tegas Anik.

Seperti diberitakan, Novi ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam OTT KPK bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri di Ngajuk, Jatim.

Novi menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji, terkait pengurusan promosi atau jabatan di Pemkab Nganjuk.

Selain Bupati Nganjuk, KPK juga menetapkan enam orang terangka lain yakni Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom dan sebagai Plt Camat Sukomoro Edie Srijato, serta Camat Berbek Haryanto.

KPK juga menetapkan Camat Loceret Bambang Subagio, Mantan Camat Sukomoro, Tri Basuki Widodo, dan ajudan Bupati Nganjuk, M Izza Muhtadin.

» Baca Berita Terkait KPK, Korupsi