Beda dengan HTI! FPI Masih Bisa Eksis Lewat Kendaraan Baru

PEMBUBARAN FPI: Gus Hans, beda dengan HTI, FPI masih bisa eksis lewat kendaraan baru. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PEMBUBARAN FPI: Gus Hans, beda dengan HTI, FPI masih bisa eksis lewat kendaraan baru. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans berpendapat pembubaran Front Pembela Islam (FPI) bukan berarti masalah selesai.

“Kelompok ini sudah terlalu terlanjur masuk dalam domain keyakinan dan kultus individu. Mereka akan dengan mudah bermetamorfosis dalam bentuk yang serupa dan identik sama,” katanya di Surabaya, Kamis (31/12/2020).

Benar saja. Beberapa jam setelah pembubaran, simpatisan atau eks pengurus Front Pembela Islam (FPI) membentuk organisasi baru yang diberi nama Front Persatuan Islam.

Dalam keterangan resminya, terdapat sejumlah nama di kepengurusan FPI yang ikut mendeklarasikan Front Persatuan Islam. Di antaranya Ketua FPI Ahmad Sabri Lubis hingga Sekretaris Umum Munarwan.

Menurut Gus Hans, selama pemerintah belum berhasil memilahkan dan memisahkan dua hal yang terlanjur menyatu di dalam faham gerakan mereka, maka apa yang dilakukan pemerintah tidak berdampak signifikan terhadap upaya meminimalisasi gerakan-gerakan yang dianggap intoleran selama ini.

“Dua hal itu adalah bercampurnya antara kapitalisasi agama, serta kepentingan faksi-faksi dalam elite politik Jakarta/Indonesia,” tandas Gus Hans yang mantan ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PWNU Jatim.

“FPI adalah Ormas produk politik dari para elite Jakarta di awal reformasi dan sampai sekarang para tokohnya tersebut juga masih hidup.”

Bahkan, Gus Hans menilai, FPI masih bisa eksis dengan menggunakan ‘kendaraan’ baru. Apalagi, meski sama-sama dibubarkan pemerintah, FPI dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memiliki kasus yang berbeda.

HTI adalah organisasi transnasional yang berhadapan dengan masalah ideologi bangsa sehingga bisa menjadi ‘musuh bersama’.

Sedangkan FPI adalah Ormas produk politik dari para elite Jakarta di awal reformasi dan sampai sekarang para tokohnya tersebut juga masih hidup.

“Maka gerakannya selama ini masih aman-aman saja, karena para kreatornya masih punya akses untuk mempengaruhi kebijakan di negeri ini,” katanya.

Karena itu, tandas Gus Hans yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, “Nasib eks FPI masih bisa eksis dengan menggunakan ‘kendaraan’ yang baru.”

» Baca Berita Terkait FPI, Gus Hans