Bansos BNPB Dibuat Kampanye? Penyalurnya Politikus Demokrat!

AROMA PILWALI SURABAYA: 20 ribu paket bansos dari BNPB dan warga penerima berkaus kampanye Machfud-Mujiaman salam dua jari. | Foto: WA
AROMA PILWALI SURABAYA: 20 ribu paket bansos dari BNPB dan warga penerima berkaus kampanye Machfud-Mujiaman salam dua jari. | Foto: WA

SURABAYA, Barometerjatim.com – Anggota Komisi IX DPR RI dari Dapil Jatim I, Lucy Kurniasari buka suara soal bantuan sosial (bansos) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diduga untuk kampanye salah satu pasangan calon di Pilwali Surabaya 2020.

Politikus Partai Demokrat — salah satu dari delapan partai pengusung Machfud Arifin-Mujiaman — itu mengakui memang ada pemberian bansos dari BNPB sebanyak 10 ribu paket berupa Bahan Pangan Tambahan (BPT) untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

Tak hanya BNPB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga disebutnya memberi bantuan 20 ribu paket BPT, yakni bantuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh bagi tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan.

”Saya sebagai anggota DPR RI menyalurkan bantuan tersebut kepada warga Surabaya yang benar-benar terdampak,” ujar perempuan yang mendampingi Rasiyo saat bertarung di Pilwali Surabaya 2015 melawan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana tersebut.

“Bantuan juga diberikan kepada warga yang benar-benar tidak mampu. Tujuannya agar beban berat terdampak Covid-19 dapat berkurang,” sambung Lucy yang mengaku turut membagikan 50 ribu paket sembako selama Covid-19.

Menurut Lucy, dalam mendistribusikan paket bantuan tersebut, dia melibatkan relawan dan kader Partai Demokrat yang tersebar di 31 kecamatan.

”Karena dalam jumlah yang banyak, saya membagikan paket tersebut melalui relawan dan kader partai yang tersebar di 31 kecamatan. Para relawan dan kader baru diberi bantuan paket itu setelah menunjukkan data warga yang terdampak Covid-19,” paparnya.

“Jadi, pembagian paket BPT dan sembako semata bersifat sosial. Siapa saja warga Surabaya yang memenuhi kriteria terdampak Covid-19 diberi bantuan paket tersebut,” jelas Lucy.

Lucy yang juga Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya itu menandaskan, dirinya tidak pernah membedakan warga Surabaya apa pun aliran politiknya dalam penyaluran bantuan.

Penerima Salam Dua Jari

Sebelumnya diberitakan, seorang warga, Albert Kurniawan melaporkan setidaknya dua foto terkait paket bansos dari BNPB yang diduga untuk kampanye di Pilwali Surabaya ke Bawaslu Surabaya.

Foto pertama, terlihat satu truk besar mengangkut paket bantuan BNPB. Bak truk dipenuhi paket bantuan yang dikemas dalam tas warna putih dengan logo dan tulisan BNPB bertuliskan tulisan “Bantuan Dana Siap Pakai BNPB.

Sedangkan foto kedua, menunjukkan tiga orang memakai kaus kampanye Machfud Arifin-Mujiaman membawa paket bansos BNPB sambil mengacungkan salam dua jari, merujuk nomor urut paslon yang diusung delapan Parpol tersebut — PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat, dan Nasdem.

Sementara usai menerima laporan, Ketua Bawaslu Surabaya, Muhammad Agil Akbar menyatakan akan menginvestigasi masalah ini. Sebab, jika benar ada penyalahgunaan bantuan dari BNPB, maka ada konsekuensi hukumnya.

“Kami masih mengkaji unsur dugaan pelanggarannya, masih kami dalami,” ujar Agil.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya