Rabu, 25 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Anwar Sadad: Dulu PMII Melawan Rezim, Sekarang Harus Bisa Kelola Kekuasaan!

Berita Terkait

PENUH ENERGI: Ketua Gerindra Jatim, Anwar Sadad beri materi PKL PC PMII Probolinggo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
PENUH ENERGI: Ketua Gerindra Jatim, Anwar Sadad beri materi PKL PC PMII Probolinggo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

PROBOLINGGO, Barometerjatim.com – Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad tampil penuh energi saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo, Senin (21/3/2021).

Menurutnya, mencetak, melatih, dan memberikan wawasan terhadap kader PMII hari ini berbeda dengan era sebelum reformasi.

Di rentang 1994 hingga 1997, era menjelang reformasi, semangat PMII adalah perlawanan, semangat melawan arus besar yang berusaha menyeragamkan bangsa.

“Ketika itu, ketika kami masih di jalanan, mungkin yang kita lakukan adalah merebut kekuasan. Bagaimana merobohkan kekuasaan yang berjalan sekian lama, kita rebut dan memberikan panggung kepada tokoh-tokoh Nahdliyin ketika itu,” paparnya.

Kala itu, PMII dibekali dan diberi energi yang luar biasa untuk merebut kekuasan. Tapi setelah Nahdlatul Ulama (NU) dan kader PMII berada di panggung kekuasaan, maka situasinya berbeda.

“Ini yang harus dilakukan reorientasi, bahwa tentu cara berpikir kami ketika itu untuk melawan. Sebagai orang yang berada di luar panggung kekuasaan, tentu berbeda aksentuasinya dengan sekarang,” politikus yang juga wakil ketua DPRD Jatim tersebut.

Sebab, lanjut Sadad, saat ini puluhan bahkan ratusan kader PMII bukan lagi di pinggir kekuasaan tapi berada di tengah-tengah kekuasaan.

“Maka cara pandangnya harus diubah, dan saya berharap PKL yang diselenggarakan di hampuir seluruh cabang PMII mengubah itu,” pintanya.

Kandidat Cagub Jatim 2024 itu menandaskan, merebut kekuasaan saja tidaklah cukup. Tak kalah pentingnya setelah merebut kekuasaan yang mesti dibekali dengan seperangkat skill untuk mengelolanya.

“Berapa banyak teman-teman kita, mungkin ya karena mereka punya energi yang besar untuk merebut kekuasaan, tapi ketika berada di kekuasaan tidak bisa melakukan apa-apa,” katanya.

Kalau di era sebelum reformasi mungkin bisa dimaklumi. Tapi sekarang tak sedikit menteri, bupati yang merupakan kader PMII. Bahkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa juga kader PMII.

“Maka saya berharap, orang-orang yang berada di panggung kekausan harus terus didukung. Saya berharap PMII bisa menyampaikan terobosan pandangan, gagasan, ide, yang mesti dikonstruksikan sebagai suatu second oponion untuk diberikan kepada orang-orang yang sedang berkuasa,” ucapnya.

» Baca berita terkait Anwar Sadad. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -