Andil Cegah Narkoba, Kepala BNNP Jatim Apresiasi Gus Hans!

CEGAH NARKOBA: Gus Hans, andil besar dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
CEGAH NARKOBA: Gus Hans, andil besar dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha mengapresiasi Ketua DPW Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) Jatim, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans atas kontribusinya dalam pencegahan narkoba.

“Kami sangat berterima kasih, apresiasi kepada ketua GPAN Jatim yang telah banyak berkontribusi dalam program pencegahan penyalahgunaan narkoba,” katanya saat menghadiri Grand Final Duta Anti Narkoba 2020 di Royal Plaza Surabaya, Minggu (13/9/2020).

Salah satu kontribusi GPAN Jatim, menurut Bambang, di antaranya membuat ajang pemilihan Duta Anti Narkoba. “Acara ini salah satu bentuk kegiatan pencegahan, pemberantasan, peyalahgunaan dan perdaran gelap narkoba,” ujarnya.

Ajang ini, lanjut Bambang, merupakan kegiatan positif yang dapat menjadi ruang pengembangan potensi bakat, kreativitas, dan kecerdasan bagi generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Kami sangat berterima kasih, bahwa kita semua telah bekerja sama dalam upaya menekan laju prevelansi, baik penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di Jatim yang salah satunya menggunakan kegiatan pemilihan Duta Anti Narkoba GPAN,” paparnya.

Manfaat buat Sekitar

KOMPAK: Gus Hans (kiri) dan Bambang Priyambadha, cegah penyalahgunaan narkoba di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KOMPAK: Gus Hans (kiri) dan Bambang Priyambadha, cegah penyalahgunaan narkoba di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara itu Gus Hans menjelaskan, pemilihan Duta Anti Narkoba 2020 merupakan gelaran pertama dan berlangsung pula di tengah pandemi, sehingga benar-benar memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

“Akhirnya acara ini bisa kami laksanakan di tempat terbuka dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Gus Hans yang juga penasihat PW GP Ansor Jatim — Banom pemuda Nahdlatul Ulama (NU).

Dia berpesan kepada seluruh finalis bahwa giat Duta Anti Narkoba bisa menjembatani peserta untuk memberikan manfaat bagi sekitarnya. Termasuk menjadi influencer untuk meyakinkan para remaja bahwa narkoba memang berbahaya.

“Maka, tidak ada alasan lain kecuali kita harus menolaknya. Silakan pilih teman yang baik, karena teman akan memengaruhi sikap-sikap kita,” pesan Gus Hans.

Gus Hans juga memberikan apresiasi atas kinerja BNNP dan pihak kepolisian, dalam mengungkap jaringan peredaran obat terlarang dan narkotika selama masa pandemi Covid-19.

» Baca Berita Terkait Narkoba