Senin, 04 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Ajak Siswa SD ke Kampung Pandean, Taruna Merah Putih Kenalkan Bung Karno Arek Suroboyo

Berita Terkait

AJARI SEJARAH: Taruna Merah Putih, ajak siswa SD ke kampung kelahiran Bung Karno di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST
AJARI SEJARAH: Taruna Merah Putih, ajak siswa SD ke kampung kelahiran Bung Karno di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kaum milenial, pelajar, dan mahasiswa yang tergabung dalam Taruna Merah Putih (TMP) — sayap muda PDI Perjuangan — menggeber sejumlah program menyambut Juni sebagai “Bulan Bung Karno”.

Salah satunya, mengajak siswa Sekolah Dasar (SD) dari kampung kelahiran Bung Karno di Pandean, Kelurahan Peneleh, Surabaya untuk mengikuti kegiatan Surabaya Mendongeng: Bung Karno Arek Suroboyo.

Program ini dilaksanakan secara on site di Kantor Pos Kebonrojo, bekas Hogereburgerschool (HBS) Surabaya, tempat Bung Karno muda mengenyam pendidikan di Kota Pahlawan.

“Kami mengenalkan, bahwa Bung Karno lahir di Surabaya. Kami mengajak adik-adik untuk mengenal lebih dekat sejarah Bung Karno di Surabaya dengan cara bercerita yang menyenangkan, dibantu oleh kawan pegiat sejarah dan alumnus duta pariwisata Cak & Ning Surabaya,” ujar Ketua DPC TMP Kota Surabaya, Aryo Seno Bagaskoro, Sabtu (4/6/2022).

Selain itu, lanjut Seno, pihaknya berdiskusi dengan Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono yang terus memberi motivasi untuk mengajak generasi penerus agar selalu punya akar sejarah pada perjuangan bangsanya.

“Salah satunya dengan menyerap segala inspirasi tentang Bung Karno dan memperkuat di kalangan pelajar,” imbuh mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

Seno berharap, anak-anak muda tidak melupakan orisinalitas pemikiran dan daya juang Bung Karno sebagai pemantik api semangat perubahan dalam konteks masa kini.

“Ini adalah bagian dari misi penumbuhan kesadaran yang ingin kami bagikan kepada tunas-tunas bangsa dan kawan-kawan muda. Mengenalkan di mana Bung Karno lagi, yakni di Kampung Pandean,” kata Seno.

“Kemudian beliau indekos di rumah Pak Tjokro (HOS Tjokroaminoto) dan sekolah di Surabaya. Masa muda dan proses belajar Bung Karno di Surabaya, adalah salah satu titik awal mula mekarnya gagasan Indonesia modern dan berdirinya republik ini dalam hal pembentukan gagasan,” imbuhnya.

Seno yang alumnus SMAN 5 Surabaya itu menandaskan, kegiatan TMP tidak berhenti di sini tetapi akan berlanjut dalam berbagai aktivitas lain yang berfokus pada anak-anak muda.

Pihaknya akan mengadakan beberapa program acara secara bertahap, sebagai satu rangkaian untuk menghidupkan spirit Juni sebagai Bulan Bung Karno bersama berbagai elemen anak-anak muda yang lain.

“Meneladani ajaran Bung Karno yang mengimpikan para pemuda menjadi pemuda yang avant garde, berpikir melintasi zaman,” jelasnya.

Tiga Momen Bersejarah

Diketahui, Juni diperingati sebagai Bulan Bung Karno lantatan ada tiga momen bersejarah yang berkaitan dengan sang proklamator.

Pertama, 1 Juni 1945 di depan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), Bung Karno untuk kali pertama menyampaikan gagasan tentang dasar negara yang dinamakan Pancasila. Kini 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Kedua, 6 Juni 1901, hari lahir Bung Karno di Surabaya ketika fajar menyingsing. Bapak Bangsa Indonesia itu kemudian dikenal dengan sebutan Putra Sang Fajar. Surabaya, selain kota kelahiran, juga menjadi tempat Bung Karno tumbuh di masa remaja dan ditempa sebagai tokoh pergerakan saat indekos di rumah tokoh Islam, HOS Tjokroaminoto di kawasan Peneleh.

Ketiga, 21 Juni 1970, ketika Bung Karno wafat dan membawa kesedihan mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.

» Baca berita terkait PDIP Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -