Senin, 26 September 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

77 Tahun Indonesia Merdeka, PKS Soroti Orang Miskin di Jawa Timur Masih Banyak: 4,18 Juta!

Berita Terkait

KRITIS: Irwan Setiawan, pertumbuhan ekonomi Jatim naik tapi kemiskinan juga masih tinggi. Foto: Barometerjatim.com/IST
KRITIS: Irwan Setiawan, pertumbuhan ekonomi Jatim naik tapi kemiskinan juga masih tinggi. Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – 77 tahun Indonesia merdeka. Meski demikian kemiskinan masih menjadi problem serius di negeri ini, tak terkecuali di Jawa Timur, provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Kondisi miris itu menjadi sorotan Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim, Irwan Setiawan saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-77 kemerdekaan RI di halaman kantor DPW, Rabu (17/8/2022).

Menurut Irwan, saat ini pertumbuhan ekonomi Jatim terus menunjukkan progres baik. Hal ini dapat dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim yang mencatat, perekonomian Jatim di kuartal II 2022 tumbuh positif 5,74% dibanding kuartal II 2021 (y-on-y).

Namun masih ada pekerjaan rumah dari Pemprov Jatim. Walaupun Jatim merupakan provinsi dengan angka penurunan kemiskinan tertinggi, jumlah penduduk miskin masih sangat besar yakni 4,18 juta pada Maret 2022 dari sebelumnya 4,25 juta pada September 2021.

“Tentunya ini merupakan tanggung jawab pemerintah yang harus mampu melakukan kolaborasi dengan semua pihak,” kata politikus yang akrab disapa Kang Irwan itu dalam keterangannya, Kamis (18/8/2022).

Bukan Angka Kecil

KEMISKINAN MASIH TINGGI: Jumlah penduduk miskin di Jatim pada Maret 2022 sebesar 4,18 juta jiwa. | Sumber: BPS Jatim
KEMISKINAN MASIH TINGGI: Jumlah penduduk miskin di Jatim pada Maret 2022 sebesar 4,18 juta jiwa. | Sumber: BPS Jatim

Merujuk data BPS, ekonomi Jatim pada kuartal II 2022 mengalami pertumbuhan 5,74% (y-o-y). Namun pertumbuhan itu lebih rendah dibandingkan kuartal I 2022 yang tumbuh 7,07% (y-o-y).

Pada kuartal II 2022, industri pengolahan merupakan penyumbang sumber pertumbuhan tertinggi ekonomi Jatim, yakni 2,36%. Sedangkan kontribusi lapangan usaha sektor perdagangan berada di urutan kedua (1,29%), diikuti konstruksi yang menyumbang (0,69%), serta informasi dan komunikasi (0,34%).

Kemudian soal kemiskinan. Data BPS menyebut, jumlah penduduk miskin di Jatim pada Maret 2022 mencapai 4,18 juta orang (10,38%), berkurang 78,3 ribu jiwa (0,21%) terhadap September 2021, atau berkurang 0,39 juta orang dibanding Maret 2021 sebanyak 4,57 juta orang.

Kendati penurunannya tertinggi di Indonesia yakni 391,4 ribu pada Maret 2022 terhadap Maret 2021, tapi sekali lagi menurut Irwan, masih ada 4,18 juta orang miskin di Jatim bukanlah angka kecil bahkan tertinggi di Indonesia (Lihat daftar jumlah penduduk miskin secara provinsi per Maret 2022).

Patriot Pelayan Rakyat

TUMBUH: Ekonomi Jatim tumbuh 5,74% di kuartal II 2022 meski lebih rendah dari kuartal I 2022. | Sumber: BPS Jatim
TUMBUH: Ekonomi Jatim tumbuh 5,74% di kuartal II 2022 meski lebih rendah dari kuartal I 2022. | Sumber: BPS Jatim

Dalam kesempatan tersebut, Irwan juga menyampaikan amanat dari Presiden PKS, Ahmad Syaikhu untuk mengajak seluruh kader PKS, khususnya generasi milenial, agar menjadi patriot yang pelayan rakyat dan pelayan rakyat yang patriot.

PKS sendiri, dari pusat memang secara khusus menetapkan tema “Patriot Pelayan Rakyat” pada peringatan HUT kemerdekaan RI tahun ini.

Irwan menuturkan, patriotisme bukanlah cerita fiktif atau mitos, namun kenyataan yang hadir di tengah kehidupan. Bukan kisah masa lalu, melainkan fakta yang bisa ditemukan pada hari ini di sekitar kita. Artinya, siapa saja bisa menjadi patriot yang mengharumkan bangsa.

Dia mencontohkan, tim nasional sepak bola  Indonesia U-16 yang berhasil mengharumkan bangsa dengan menjuarai Piala AFF U-16 2022 dengan sangat membanggakan.

Irwan juga mengajak generasi milenial untuk meneladani pendiri bangsa, menjadi patriot masa kini dengan memberikan karya nyata di berbagai bidang keahlian masing-masing.

“Pemuda sampai kapan pun dan di mana pun harus tetap menjadi agen perubahan. Mereka berteriak paling lantang ketika ketidakadilan dan kesewenang-wenangan merebak di mana-mana. Mereka harus ada di garda terdepan saat rakyat tak lagi merdeka menyuarakan aspirasinya,” pinta Irwan.

  • JUMLAH PENDUDUK MISKIN SECARA PROVINSI PER MARET 2022

1. Jawa Timur – 4,181 Juta
2. Jawa Barat – 4,070 Juta
3. Jawa Tengah – 3,831 Juta
4. Sumatera Utara – 1,268 Juta
5. Nusa Tenggara Timur – 1,131 Juta
6. Sumatera Selatan – 1,044 Juta
7. Lampung – 1,002 Juta
8. Papua – 922,12 Ribu
9. Banten – 814,02 Ribu
10. DI Aceh – 806,82 Ribu
11. Sulawesi Selatan – 777,44 Ribu
12. Nusa Tenggara Barat – 731,94 Ribu
13. DKI Jakarta – 502,04 Ribu
14. Riau – 485,03 Ribu
15. DI Yogyakarta – 454,76 Ribu
16. Sulawesi Tengah – 388,35 Ribu
17. Kalimantan Barat – 350,25 Ribu
18. Sumatera Barat – 335,21 Ribu
19. Sulawesi Utara – 309,79 Ribu
20. Bengkulu – 297,23 Ribu
21. Maluku – 290,57 Ribu
22. Jambi – 279,37 Ribu
23. Kalimantan Timur – 236,25 Ribu
24. Papua Barat – 218,78 Ribu
25. Bali – 205,68 Ribu
26. Kalimantan Selatan – 195,7 Ribu
27. Gorontalo – 185,44 Ribu
28. Sulawesi Utara – 185,14 Ribu
29. Sulawesi Barat – 165,72 Ribu
30. Kepulauan Riau – 151,68 Ribu
31. Kalimantan Tengah – 145,1 Ribu
32. Maluku Utara – 79,87 Ribu
33. Kep. Bangka Belitung – 66,78 Ribu
34. Kalimantan Utara – 49,46 Ribu

» Baca berita terkait Kemiskinan. Baca juga tulisan terukur lainnya Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -