5 Nama di Bursa Ketua Demokrat Jatim, Peluang Emil Lebih Kuat!

KANDIDAT KUAT: Wagub Emil Elestianto Dardak, kandidat kuat ketua DPD Partai Demokrat Jatim. | Foto: Barometerjatim.com /ROY HS
KANDIDAT KUAT: Wagub Emil Elestianto Dardak, kandidat kuat ketua DPD Partai Demokrat Jatim. | Foto: Barometerjatim.com /ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Lima kandidat ketua dihembuskan untuk bertarung lewat arena Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Demokrat (PD) Jatim, 12 Februari 2021.

Mereka yakni Wagub Jatim/Plt (Pelaksana Tugas) Ketua PD Jatim, Emil Elestianto Dardak; Anggota DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto; Wakil Ketua DPRD Jatim, Ahmad Iskandar; Bendahara PD Jatim/Ketua Fraksi PD DPRD Jatim; Sri Subiati; serta Sekretaris DPD PD Jatim/Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Bayu Airlangga.

Dari kelima nama, Pengamat Politik Surokim Abdussalam menilai Emil tetap kandidat kuat. Terlebih dengan status Plt, suami Arumi Bachsin itu memiliki peluang lebih kuat karena bisa komunikasi dengan daerah-daerah dan pengurus DPD.

“Tentu itu keuntungan. Apalagi Mas Emil juga masuk kategori pemimpin milenial, tentu menjadi nilai plus sesuai kebutuhan politik kekinian,” kata Surokim kapada Barometerjatim.com, Jumat (29/1/2021).

Meski demikian, lanjut Surokim yang juga peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), dinamika kepartaian selalu tidak simpel. Selalu ada faktor di luar sebagai faktor penyerta yang juga bisa menjadi penentu.

“Mas Emil dengan segala kelebihannya memang masih terlihat ada ‘sungkan’, ewuh pakewuh dengan posisinya sebagai Wagub sehingga belum full speed dan gaspol mengendalikan Demokrat Jatim,” nilainya.

“Seolah ada faktor-faktor yang tak terkatakan, yang masih menjadi penghalang beliau menjalankan kepemimpinan Demokrat Jatim,” tandasnya.

Tak Elok Calon Tunggal

Terkait banyak kandidat yang dihembuskan, menurut dekan FISIP Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut, justru Musda Demokrat Jatim tak elok jika calon tunggal.

“Ya memang calon tunggal akan membuat Musda lebih lancar, simpel, dan nirkonflik tanpa riak. Tetapi menurut saya justru garing dan tidak gereget,” katanya.

Bagaimanapun, kata Surokim, Demokrat perlu memperlihatkan ke publik bahwa selalu ada dinamika di partai agar proses kaderisasi berjalan dinamis, serta stok kepemimpinan kader Demokrat tidak terlihat minimalis bisa terlihat di mata publik.

“Dinamika itu juga akan ikut mengangkat citra partai di mata pemilih baru. Musda harus didorong agar ada dinamika dan tidak ada calon tunggal. Demokrat harus berikhtiar agar muncul calon-calon dari arus bawah yang lain, sehingga bia muncul pilihan yang lebih variatif,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Emil Dardak