4 Periode Khofifah Disoal, Sadad: Kalau Tak di Muslimat, di Mana Lagi?

RAMAI REGENERASI DI NU: Anwar Sadad, kalau periode ketua umum PBNU maupun Muslimat dibatasi, mau di mana lagi?
RAMAI REGENERASI DI NU: Anwar Sadad, kalau periode ketua umum PBNU maupun Muslimat dibatasi, mau di mana lagi?

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jelang Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) dan Kongres ke-18 Muslimat NU, desakan agar ada regenerasi ketua umum menggelinding kencang.

Desakan regenerasi di Muslimat NU, salah satunya dilontarkan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Metal Muslim Al Hidayah Pasuruan, KH Nur Kholis Al Maulani, mengingat badan otonom (Banom) perempuan NU tersebut empat periode dipimpin orang yang sama.

Perlu diketahui, Khofifah Indar Parawansa sudah 20 tahun ini menjabat ketua umum PP Muslimat NU sejak 2000. Sedangkan KH Said Aqil Siroj, dua periode menjabat ketua umum PBNU sejak 2010.

Namun tidak semua kalangan NU setuju regenerasi di PBNU dan Muslimat NU, satu di antaranya yakni Anwar Sadad. Menurut keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad tersebut, kedua jamiyah adalah tempat pengabdian terakhir karena itu periodisasi ketua umum tak perlu dibatasi.

“Kalau untuk di Banom-Banom NU, saya kira memang sudah selayaknya regenerasi ya. Kalau di NU ya, saya pernah mendapatkan penjelasan, kalau di NU itu kan sudah pengabdian terakhir. Karena pengabdian terakhir ya tidak perlu dibatasi,” kata Sadad, Senin (18/10/2021).

Berarti tidak setuju, kalau Kiai Said cukup dua periode menjabat ketua umum PBNU atau Khofifah selesai empat periode ini menakhodai Muslimat NU?

“Karena kalau enggak di NU, di mana lagi? Kalau enggak di Muslimat, di mana lagi?” sergah Sadad yang juga wakil ketua DPRD Jatim seraya tersenyum tipis.

Jadi, tandas Sadad, di NU maupun Muslimat NU itu ada semacam wawasan bahwa ini adalah tempat pengabdian terakhir dari para kiai dan ibu nyai.

“Karena itu tidak perlu dibatasi. Tapi kalau di Banom-Banom, seperti Ansor, Fatayat (perlu dibatasi),” ucap ketua DPD Partai Gerindra Jatim tersebut.

Bukankah Muslimat juga Banom NU yang konsen pada perempuan? “Ya Muslimat itu setara dengan NU, kan bu nyai-nya di Muslimat. Kiainya di NU, bu nyai-nya di Muslimat,” katanya.

» Baca Berita Terkait Muslimat NU