218 Proyek Strategis Nasional di Jatim Masuk RPJMN 2020

218 PROYEK STRATEGIS: Khofifah dan Suharso Monoarfa, 218 proyek masuk RPJMN 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
218 PROYEK STRATEGIS: Khofifah dan Suharso Monoarfa, 218 proyek masuk RPJMN 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

JAKARTA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan 218 proyek strategis nasional di Jatim yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 80 Tahun 2019 masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020.

“Secara keseluruhan semua sudah klop, namun dalam diskusi tadi ada pengembangan-pengembangan, contohnya pembangunan Pelabuhan Probolinggo,” jelas Khofifah usai melakukan pertemuan dengan Menteri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, Rabu (15/1/2020).

Kunjungan ke Kementerian PPN/Bappenas merupakan rangkaian roadshow Pemprov Jatim yang dipimpin Khofifah, terkait pelaksanaan Perpres No 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Perekonomian Jatim dengan beberapa kementerian koordinator dan teknis lainnya.

“Jika sudah masuk ke dalam RPJMN, maka sudah mengalir ke seluruh kementerian,” jelas Khofifah yang didampingi Wagub Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Sekdaprov Heru Tjahjono dan beberapa OPD terkait.

Tak berhenti melakukan koordinasi di tingkat kementerian, Khofifah menjelaskan tahap selanjutnya yakni memastikan bahwa ke-218 proyek tersebut akan masuk pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021.

Khofifah mengaku akan terus memaksimalkan realisasi Perpres No 80 Tahun 2019 ini sebagai pintu masuk percepatan pembangunan ekonomi, pengurangan kemiskinan bahkan percepatan perwujudan kesejahteraan masyarakat di Jatim harus bisa menyatu.

Ke depannya, setelah roadshow ke kementrian ini selesai, Khofifah beserta jajarannya akan langsung turun ke lima Bakorwil di Jatim untuk kemudian dilanjutkan pertemuan dengan para investor.

Demi mendukung sistem kerja yang dituntut paralel tersebut, Khofifah menuturkan bahwa di sinilah peran Provincial Project Management Office (PPMO) sangat diperlukan.

Pemprov Jatim bahkan telah menyiapkan posko PPMO di Bappeda, dan diharapkan bisa membantu kelancaran ke-218 proyek  sesuai lampiran Perpres No 80 Tahun 2019.

Dengan jumlah penduduk mencapai 15 persen dari total penduduk Indonesia, Khofifah menyatakan optimistisnya bahwa melalui percepatan pembangunan di Jatim akan memberi dampak positif bagi peningkatan perekonomian nasional.

Senada dengan Gubernur Khofifah, Suharso Monoarfa juga menyampaikan konfirmasi perihal masukknya 218 proyek ke dalam RPJMN.

“Dari 218 semuanya sudah masuk ke dalam RPJMN, namun tetap perlu sinkronisasi lanjutan tentang detail proyek sehingga nantinya bisa dibawa kepada Rapat Terbatas (Ratas),” ujarnya.

Suharso juga menuturkan, perlu dipastikan kembali tentang kesiapan proyek mulai dari kesiapan lahan hingga rancangan detail mengenai proyek yang tercantum pada lampiran Perpres No 80 Tahun 2019 tersebut.

» Baca Berita Terkait Khofifah