1 Orang Gagal Divaksin, Emil: Ini Tunjukkan Tak Settingan!

VAKSIN COVID-19: Tensi tinggi bisa mengakibatkan seseorang gagal divaksin Corona. | Ilustrasi: Barometerjatim.com/ROY HS
VAKSIN COVID-19: Tensi tinggi bisa mengakibatkan seseorang gagal divaksin Corona. | Foto Ilustrasi: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sedianya, 22 orang menjalani vaksin tahap pertama Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (14/1/2021). Namun satu orang gagal divaksin karena tensi darahnya tinggi.

Satu-satunya orang yang gagal divaksin tersebut yakni Kepala Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) dr Ramelan, Laksamana Pertama TNI dr Radito Soesanto.

“Jadi, ada satu karena tensinya tinggi, 170, beliau ingin diobati dulu dan memang di-approve untuk diobati dulu,” terang Ketua Satgas Kuratif Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi.

Sementara itu Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menuturkan, gagalnya Radito divaksin Covid-19 menunjukkan kalau vaksinasi yang dilakukan bukan settingan.

“Ya ini menunjukkan semua enggak pakai settingan. Benar-benar yang enggak bisa ya enggak bisa, bisa ya bisa. Tadi saya lama sekali karena mereka prosedural betul itu,” katanya.

Proses vaksinasi paling lama memang saat pengecekan kesehatan di Meja 2, di antaranya berupa pengecekan tensi darah, serta menjawab 16 pertanyaan terkait kondisi kesehatan.

Sekitar 15 menit melalui proses di Meja 1 (verifikasi data) dan Meja 2, Emil kemudian menjalani vaksin di Meja 3. Mengambil tempat duduk di depan layar bertuliskan “Vaksin Aman dan Halal”, Emil disuntik vaksin di lengan bagian kiri yang dilakukan tim vaksinator.

Usai divaksin, berikutnya Emil menuju Meja 4 untuk konservasi pasca suntik vaksin. Selain pendataan, Emil juga mendapat kartu vaksin dan proses selesai.

VAKSINASI JATIM: Inilah 21 orang pertama di Jatim yang divaksin Covid-19. | Ilustrasi: Barometerjatim.com/ROY HS
VAKSINASI JATIM: Inilah 21 orang pertama di Jatim yang divaksin Covid-19. | Ilustrasi: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Wabah Corona